Jumat 14 Jul 2023 14:02 WIB

Australia Tunjuk Gubernur Bank Sentral Perempuan Pertama

Michele Bullock akan memimpin Reserve Bank of Australia

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Australia telah menunjuk pemimpin bank sentral perempuan pertama, Michele Bullock
Foto: Bianca De Marchi/AAP Image via AP
Australia telah menunjuk pemimpin bank sentral perempuan pertama, Michele Bullock

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Australia telah menunjuk pemimpin bank sentral perempuan pertama. Bendahara Australia Jim Chalmers dan Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan pada Jumat (14/7/2023), Michele Bullock akan memimpin Reserve Bank of Australia (RBA) selama tujuh tahun ke depan.

Bullock akan menggantikan Philip Lowe yang tidak dipilih kembali oleh pemerintah Australia untuk masa jabatan kedua. Lowe akan meninggalkan jabatan gubernur bank sentral pada 17 September, menandai akhir dari 43 tahun kariernya di bank.

Baca Juga

Chalmers mengatakan, bukanlah hal yang aneh bagi seorang gubernur hanya menjabat satu masa jabatan. Dia merasa Bullock berada di posisi terbaik untuk memimpin RBA melalui reorganisasi yang akan datang.

"Ini adalah janji yang membuat sejarah. Michele Bullock akan menjadi perempuan pertama yang memimpin RBA di negara ini," kata Chalmers.

Pemerintah berada di bawah tekanan untuk mengganti Lowe karena mendorong warga meminjam selama pandemi Covid-19 pada 2021. Dia mengatakan, suku bunga tidak mungkin naik hingga 2024, hanya untuk mulai naik dua tahun lebih awal pada pertengahan 2022.

Bank sentral sejak itu menaikkan suku bunga 12 kali ke level tertinggi satu dekade sebesar 4,1 persen. Kondisi ini menambahkan ratusan dolar untuk pembayaran hipotek bulanan pada saat krisis biaya hidup sudah membebani anggaran rumah tangga.

Baru minggu ini, Lowe mengatakan, ada kemungkinan suku bunga harus naik lebih jauh lagi untuk membawa inflasi ke bawah. Dia akan memimpin dua pertemuan kebijakan berikutnya pada Agustus dan September dan pasar terbagi atas kemungkinan hasilnya.

Pria berusia 61 tahun ini sempat menyatakan akan merasa terhormat untuk tetap tinggal jika diminta, tetapi akan mengerti jika pemerintah menginginkan pemimpin baru. Dua pendahulunya, yang merupakan bankir sentral karier, diangkat kembali untuk masa jabatan kedua dan masing-masing menjabat total 10 tahun.

"RBA berada di tangan yang sangat baik karena menangani tantangan inflasi saat ini dan menerapkan rekomendasi tinjauan RBA," kata Lowe dalam sebuah pernyataan pada Jumat.

Perempuan berusia 60 tahun yang menggantikan Lowe bergabung dengan RBA pada 1985 dengan gelar master dari London School of Economics dan dihormati secara luas oleh para analis. RBA saat ini sedang melakukan reorganisasi terbesar dalam beberapa dekade setelah tinjauan independen ke dalam operasinya merekomendasikan perubahan besar pada cara kebijakan dirumuskan dan dikomunikasikan.

"Ini adalah waktu yang menantang untuk menjalankan peran ini, tetapi saya akan didukung oleh tim dan dewan eksekutif yang kuat," kata Bullock dalam sebuah pernyataan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement