Ahad 23 Jul 2023 10:32 WIB

Lindungi Nilai Kristen, Hungaria Serang Uni Eropa Atas Propaganda LGBT

UE menolak warisan Kristen, menggantikan populasinya melalui migrasi.

Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban
Foto:

Pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban mendorong penerapan nilai-nilai Kristen dan meloloskan aturan pada 2021 yang berisi larangan memajang dan memprosikan homoseksualitas kepada mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Kelompok-kelompok pembela HAM dan Uni Eropa mengkritik langkah Orban. Komunitas LGBT juga dilanda kekhawatiran. Kebijakan yang ia tempuh untuk memenuhi aspirasi pemilih konservatifnya saat ia meraih kemenangan keempatnya dalam pemilu tahun 2022.

Pemerintah menyatakan, penerapan hukum itu bertujuan melindungi anak-anak. Direktur Kreatif Lira yang juga penulis ternama, Krisztian Nyary menyatakan, denda tersebut tak sepadan. Hukum diterapkan dengan tidak jelas pertimbangannya. 

Karena itu, Lira meresponsnnya dengan langkah hukum. ‘’Ini sebuah resolusi mengenai denda yang tak bisa banding, ini hanya bisa dilawan, dengan cara apa, pengacara kami akan menentukan langkahnya. Kami akan menggunakan segala cara legal yang bisa ditempuh,’’ kata Nyary.

Federal 

Dalam pidatonya di Rumania, Sabtu, Orban yang selama ini kritis terhadap Brussels, berharap pemilihan parlemen Eropa tahun depan memperkuat pemerintahan yang kini sudah ada di dalam Uni Eropa. Ia menolak federalisme yang direpresantasikan Jerman dan Prancis. 

‘’UE baik dalam bentuk imperium atau bangsa, sebaiknya kita tidak memiliki ilusi bahwa akhirnya para penganut paham federal menghapuskannya,’’ kata Orban. Mereka secara terbuka ingin mengubah pemerintahan di Hungaria, juga kini Polandia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement