Selasa 25 Jul 2023 16:59 WIB

Tiga Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat

Awal bulan ini, Israel menggempur kamp pengungsi Jenin dengan drone dan rudal.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Sebuah mobil yang terbakar di halaman setelah serangan tentara Israel di kota Jenin, Tepi Barat, (5/7/2023).
Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
Sebuah mobil yang terbakar di halaman setelah serangan tentara Israel di kota Jenin, Tepi Barat, (5/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Tiga warga Palestina telah ditembak hingga tewas oleh militer Israel di Tepi Barat. Ini adalah kematian terbaru dalam gelombang kekerasan di wilayah pendudukan Tepi Barat sejak awal tahun lalu.

"Tiga warga Palestina tewas oleh peluru Israel di Nablus," kata Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (25/7/2023), dilansir Aljazirah.

Baca Juga

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, identitas ketiga warga Palestina yang tewas masih belum diketahui. Tentara Israel mengatakan, tiga teroris bersenjata telah menembaki tentaranya dari sebuah kendaraan di lingkungan Nablus. Pasukan Israel menembak balik untuk melumpuhkan mereka.

Media Palestina menggambarkan pembunuhan itu sebagai penyergapan, menyusul dugaan serangan warga Palestina terhadap pasukan Israel di dekat pemukiman Yahudi yang menghadap ke Nablus. Televisi Palestina menayangkan rekaman video kendaraan militer yang memblokir akses ke area i insiden penembakan, termasuk ambulans. Sementara tentara Israel tampak melakukan pemeriksaan.

Militer Israel mengatakan, mereka menyita tiga senapan M16 dan peralatan lainnya dari mobil warga Palestina yang tewas. Kekerasan telah meningkat di Tepi Barat. Awal bulan ini, Israel menggempur kamp pengungsi Jenin dengan drone dan rudal. Ratusan tentara Israel juga mengepung daerah itu. Sebanyak 12 warga Palestina, termasuk tiga anak tewas, bersama dengan satu tentara Israel.

Jumlah orang Palestina yang terbunuh tahun ini di wilayah Palestina yang meliputi Yerusalem Timur dan Gaza mencapai lebih dari 200 orang. Sebagian besar kematian tercatat di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Koalisi ultranasionalis sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menolak berbicara dengan kepemimpinan Palestina. Pemerintah Israel berusaha memperluas permukiman Yahudi di Tepi Barat dan mendorong pendekatan yang lebih agresif terhadap Palestina.

Di bawah pemerintahan sayap kanan, penyergapan terhadap warga Palestina semakin meningkat. Pada Jumat (21/7/2023) pasukan Israel membunuh dua remaja laki-laki Palestina di Tepi Barat.

Salah satu anak laki-laki diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan Palestina sebagai Muhammad Fouad Atta al-Bayed berusia 17 tahun. Dia ditembak di kepala. Sementara seorang anak laki-laki lainnya adalah Fawzi Hani Makhalfeh, yang sedang mengemudi dengan temannya Mohammed Mukheimar, tewas ketika pasukan Israel menembaki mobil mereka.

Awal bulan ini di Umm Safa, pejabat kesehatan Palestina mengatakan, Abdel-Jawad Hamdan Saleh yang berusia 24 tahun ditembak hingga tewas di dada oleh pasukan Israel selama demonstrasi.

Bulan lalu, puluhan pemukim ilegal Yahudi mengamuk di sebuah desa di Tepi Barat. Mereka membakar kendaraan dan rumah, serta main hakim sendiri menyusul penembakan mematikan terhadap empat pemukim Israel di sebuah pompa bensin antara Kota Palestina, Ramallah dan Nablus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement