Senin 31 Jul 2023 07:31 WIB

Israel: Normalisasi dengan Saudi tak akan Terwujud dalam Waktu Dekat

Negosiasi yang ditengahi AS masih berlangsung dan belum ada hasil yang signifikan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Negosiasi antara Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) sebagai mediator untuk normalisasi dengan Israel masih berlangsung dan belum ada hasil yang signifikan.
Foto: google.com
Negosiasi antara Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) sebagai mediator untuk normalisasi dengan Israel masih berlangsung dan belum ada hasil yang signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Seorang anggota parlemen terkemuka Israel pada Ahad (30/7/2023) mengatakan, normalisasi hubungan dengan Arab Saudi tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Kepala Komite Luar Negeri dan Pertahanan Knesset, Yuli Edelstein mengatakan, negosiasi antara Riyadh dan Amerika Serikat (AS) sebagai mediator masih berlangsung dan belum ada hasil yang signifikan.

“Saya pikir masih terlalu dini untuk berbicara tentang kesepakatan yang sedang dikerjakan,” ujar Edelstein kepada Radio Angkatan Darat Israel.

Baca Juga

Edelstein menepis kemungkinan bahwa kebuntuan antara pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan tujuan kenegaraan Palestina yang terbagi secara politik menjadi hambatan utama dalam normalisasi dengan Arab Saudi. "Bagaimana saya harus menempatkan ini dengan hati-hati? Ada klausul yang jauh lebih penting atau bermasalah daripada deklarasi ini dan itu di ranah Palestina," katanya.

Presiden AS Joe Biden telah mengutus penasihat keamanan nasionalnya ke Arab Saudi untuk membahas kemungkinan kesepakatan normalisasi dengan Israel. Normalisasi ini merupakan prioritas kebijakan pemerintahan Biden. Dua negara Teluk yaitu Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020 yang ditengahi oleh AS. Namun Saudi selalu menegaskan bahwa mereka tidak akan menormalkan hubungan dengan Israel, kecuali tuntutan Palestina untuk membetuk negara yang merdeka dipenuhi terlebih dahulu.

Edelstein mengatakan, sebagian besar negosiasi untuk menormalkan hubungan Saudi-Israel dilakukan oleh AS. Menurut Edelstein, Saudi lebih banyak menyampaikan tuntutan yang berkaitan dengan kerja sama AS.  

“Sebagian besar wacana Saudi adalah dengan Amerika, dan bukan dengan kami. Ada beberapa hal yang dapat kami jalani dengan lebih baik, dan beberapa hal yang dapat kami jalani dengan lebih sedikit," kata Edelstein.

Arab Saudi mencari kerja sama AS dalam membangun program nuklir sipil di wilayahnya.  Media AS dan Israel juga melaporkan upaya Saudi untuk meningkatkan impor pertahanan dari Amerika Serikat. Sebelumnya UEA dan Bahrain juga menormalkan hubungan melalui Kesepakatan Abraham yang diinisiasi AS di bawah pemerintahan mantan presiden Donald Trump.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement