Senin 31 Jul 2023 08:33 WIB

Ukraina Klaim Bunuh 3.740 Tentara Rusia dalam Sepekan

Ukraina juga klaim hancurkan 54 tank tempur dan 137 sistem artileri Rusia

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
ngkatan bersenjata Ukraina mengklaim telah membunuh hampir 3.740 tentara Rusia.
Foto: AP
ngkatan bersenjata Ukraina mengklaim telah membunuh hampir 3.740 tentara Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Angkatan bersenjata Ukraina mengeklaim telah membunuh hampir 3.740 tentara Rusia. Termasuk menghancurkan 54 tank tempur utama dan 137 sistem artileri Rusia dalam waktu seminggu.

“Selama seminggu dari 24 Juli hingga 30 Juli, Pasukan Pertahanan Ukraina melenyapkan sekitar 3.740 personel musuh,” kata Wakil Menteri Pertahanan, Oleksandr Pavliuk, dilaporkan kantor berita negara Ukrinform.

Baca Juga

Pavliuk menambahkan, perangkat keras militer Rusia yang dikerahkan di Ukraina mengalami kerugian yang signifikan. Peralatan militer itu meliputi 54 tank, 73 kendaraan tempur lapis baja, 137 sistem artileri, sistem rudal anti-pesawat, delapan sistem pertahanan udara, 103 unit kendaraan bermotor, dan 15 unit khusus. Selain itu, pertahanan udara Ukraina menembak jatuh sebuah helikopter, mencegat 49 rudal dan 53 kendaraan udara tak berawak.

Komandan  dari Kelompok Pasukan Operasional-Strategis Tavria, Oleksandr Tarnavskyi mengatakan, di zona operasional Tavria di Ukraina selatan, pasukan Rusia kehilangan lebih dari dua kompi tentara yang terbunuh dan terluka. Sementara 20 unit perangkat keras militer mereka dihancurkan selama 24 jam terakhir.

“Pekerjaan sedang berlangsung ke arah Tavria. Pasukan pertahanan kami sedang maju,” kata Tarnavskyi.

Tarnavskyi menambahkan, 20 unit peralatan militer musuh dihancurkan. Termasuk dua tank, enam kendaraan tempur lapis baja, sebuah UAV Orlan-10, tiga sistem artileri dan mortir, sebuah stasiun radar portabel berukuran kecil Sobolyatnik, dan beberapa kendaraan. Serangan Ukraina juga menghantam dua gudang amunisi musuh.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Ahad (30/7/2023) memperkirakan Rusia akan melanjutkan serangannya terhadap sistem energi Ukraina pada musim dingin akhir tahun ini. Dia berjanji untuk melakukan segala upaya untuk melindungi jaringan listrik.

Hampir 40 persen dari sistem energi Ukraina rusak dalam serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia selama musim dingin tahun lalu. Serangan ini menyebabkan kota-kota di Ukraina dalam kegelapan. Kiev menyebut serangan ini sebagai strategi yang disengaja untuk menyakiti warga sipil. Sementara Moskow mengatakan, pihaknya meluncurkan serangan dengan tujuan mengurangi kemampuan Ukraina untuk berperang.

“Jelas bahwa musim gugur ini dan di musim dingin musuh akan mencoba mengulangi teror terhadap industri energi Ukraina. Bagaimanapun, kita harus siap untuk ini,” kata Zelenskyy kepada pejabat senior pemerintah, keamanan, dan regional.

Zelenskyy mengatakan pemerintah, pejabat keamanan, dan pekerja energi berupaya keras untuk melindungi sistem energi dari kerusakan fisik, sabotase, atau serangan dunia maya.  Zelenskyy menambahkan, setiap kota di Ukraina harus siap menangani keadaan darurat sektor energi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement