Kamis 03 Aug 2023 07:01 WIB

Muda Mudi Gaza Gencarkan Kampanye untuk Kurangi Penggunaan Tas Plastik

Kampanye ini untuk meningkatkan kesadaran tentang alternatif tas plastik sekali pakai

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Ilustrasi kantong plastik. Sejumlah pemuda dan pemudi Palestina di Gaza menggalakkan kampanye untuk mengurangi kantong plastik
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Ilustrasi kantong plastik. Sejumlah pemuda dan pemudi Palestina di Gaza menggalakkan kampanye untuk mengurangi kantong plastik

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Sejumlah pemuda dan pemudi Palestina di Gaza menggalakkan kampanye untuk mengurangi kantong plastik. Mereka membagikan tas kain kepada warga setempat untuk mendorong warga menghindari penggunaan tas plastik.

Di bawah proyek yang didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), pemuda dan pemudi Palestina melakukan tur di jalan-jalan. Mereka mengedukasi warga dan pemilik toko tentang bahaya penggunaan plastik yang berlebihan terhadap lingkungan.

Baca Juga

Mereka juga menawarkan tas kain untuk digunakan sebagai ganti kantong plastik. Tas kain yang dibagikan bertuliskan “Kurangi limbah, lingkungan lebih baik”, dalam bahasa Arab dan Inggris.

Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang alternatif dari tas plastik sekali pakai yang berjejer di lorong pasar hasil bumi di Gaza. Azhar Tanboura, dari Joint Services Council for Solid Waste Management mengatakan, Jalur Gaza menghasilkan 200 ton sampah padat per hari, dan 16 persen di antaranya adalah plastik.

“Lingkungan tidak dapat menampung sampah plastik karena tidak dapat terurai secara hayati,” kata Tanboura, dilaporkan Al Arabiya, Rabu (2/8/2023).

Kantong plastik berakhir di jalanan atau di pantai. Kantong plastik tampak berserakan di salah satu pasar di kamp pengungsi Jabaliya di Gaza utara.

“Kantong plastik, menyumbat saluran pembuangan air saat hujan. Kantong plastik juga menyebabkan pencemaran lingkungan. Anda dapat menemukan tas-tas (kantong plastik) bekas di sepanjang jalan,” kata Salwa Radwan, seorang pengunjung di pasar tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement