Rabu 09 Aug 2023 19:10 WIB

Tentara Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina

Pria Palestina dituduh melakukan penembakan mematikan pada awal tahun ini.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Orang-orang berdiri di sisa-sisa rumah seorang pria Palestina yang dituduh melakukan serangan penembakan mematikan awal tahun ini, di kamp pengungsi Askar di kota Nablus, Tepi Barat, Selasa, (8/8/2023).
Foto: AP/Nasser Nasser
Orang-orang berdiri di sisa-sisa rumah seorang pria Palestina yang dituduh melakukan serangan penembakan mematikan awal tahun ini, di kamp pengungsi Askar di kota Nablus, Tepi Barat, Selasa, (8/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Militer Israel mengatakan pasukan keamanan Israel menghancurkan rumah seorang pria Palestina yang dituduh melakukan penembakan mematikan pada awal tahun ini. Serangan terbaru yang memicu ketegangan di daerah pendudukan.

Taktik lama Israel menghancurkan rumah orang Palestina yang dituduh pelaku serangan memicu kritik dari organisasi hak asasi manusia. Taktik lama itu dianggap hukuman kolektif yang dilarang hukum internasional.

Baca Juga

Penentang kebijakan itu juga mengangkat masalah efisiensi. Melibatkan orang tua, pasangan dan anak-anak pelaku yang tidak terlibat dalam serangan hingga membuat mereka menjadi tunawisma hanya akan menambah siklus kebencian dan pertumpahan darah.

Israel mengatakan langkah menghancurkan rumah untuk mencegah serangan di masa depan. Pemerintah ekstrem kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengambil sikap ekstrem terhadap rakyat Palestina. Ia berjanji akan semakin banyak rumah rakyat Palestina yang akan dihancurkan.

Militer Israel mengatakan pasukan memasukan kamp pengungsi Askar di utara Tepi Barat, Kota Nablus dan menghancurkan apartemen Abdul Fattah Kharushah. Pria berusia 49 tahun itu dituduh anggota Hamas yang menjadi tersangka penembakan dan pembunuhan dua orang Israel di Kota Hawara pada awal tahun ini.

Penembakan dari jalan tol pada 26 Februari menewaskan dua pria yang merupakan kakak-beradik di pemukiman Yahudi Har Bracha. Sebelumnya, militer Israel menyerang Nablus dan memicu kekerasan terburuk di daerah pendudukan Palestina dalam satu dekade.

Pemukim Yahudi menghancurkan Kota Hawara usai penembakan, membakar mobil rakyat Palestina, dan membunuh satu orang. Kharushah kemudian tewas dalam serangan militer di perkemahan pengungsi di Jenin.

Pemuda Palestina membakar ban dan melempar batu dan bahan peledak ke tentara Israel yang menyerbu perkemahan pengungsi Askar untuk menghancurkan rumah Kharushah di lantai ketiga sebuah gedung apartemen, Selasa (8/8/2023) kemarin.

Palang Merah Palestina melaporkan dua orang Palestina terluka akibat pecahan peluru dan yang lainnya terluka akibat peluru karet pasukan Israel yang mencoba membubarkan massa. Militer Israel mengatakan mereka merespon tembakan dari orang Palestina di kamp tersebut.  

Serangan tentara Israel ke kamp pengungsi itu dilakukan saat pertempuran Israel-Palestina di Tepi Barat semakin memanas. Pada awal pekan ini tentara Israel membunuh tiga orang Palestina yang mereka tuduh anggota milisi bersenjata.

Pada tahun ini lebih dari 160 orang Palestina tewas akibat tembakan tentara Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Israel mengatakan sebagian besar yang mereka bunuh adalah anggota milisi bersenjata tapi banyak remaja dan warga tak bersalah yang di lokasi kejadian juga ikut dibunuh.

Israel menduduki Tepi Barat usai perang Timur Tengah tahun 1967. Palestina berharap dapat menjadikan Jalur Gaza dan Yerusalem Timur di Tepi Barat bagian dari negaranya di masa depan.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement