Ahad 20 Aug 2023 19:41 WIB

Kebakaran Hutan di Tenerife, Spanyol Memburuk

Kebakaran dengan skala ini tidak pernah terjadi di Pulau Canary

Kebakaran hutan yang berkobar di pulau Tenerife, Spanyol secara mengejutkan berubah lebih parah
Foto: AP
Kebakaran hutan yang berkobar di pulau Tenerife, Spanyol secara mengejutkan berubah lebih parah

REPUBLIKA.CO.ID, OVIEDO -- Kebakaran hutan yang berkobar di pulau Tenerife, Spanyol secara mengejutkan berubah lebih parah yang memaksa evakuasi baru pada Sabtu (19/8/2023).

"Kebakaran dengan skala ini tidak pernah terjadi di Pulau Canary selama kami melakukan pencatatan," kata Rosa Davila, kepala dewan Tenerife.

Baca Juga

Sekitar 4 ribu orang dipaksa meninggalkan rumah mereka pada Jumat (18/8/2023). Namun, pada Sabtu (19/8/2023) sore, Candelaria Delgado, Dewan Pulau Tenerife untuk Kesejahteraan Sosial mengatakan kepada TV lokal RTVC bahwa 26 ribu orang telah dievakuasi dari total 950 ribu penduduk Tenerife.

"Kondisi meteorologi tadi malam sangat jelas parah...angin, suhu tinggi, dan keadaan lebih buruk dari yang diramalkan, menyebabkan api meluas ke utara," kata Presiden Pulau Canary Fernando Clavijo kepada wartawan.

Kebakaran telah menghanguskan 5 ribu hektar daratan sejak terjadi pada Selasa, termasuk lingkungan taman alam terbesar Pulau Canary.

Sementara itu, kepala badan lingkungan Tenerife memperingatkan bahwa suhu diperkirakan akan terus meningkat sepanjang Sabtu dan Ahad sementara kelembaban menurun, yang berarti situasi sulit diabaikan.

Kebakaran juga menyebabkan kerusakan signifikan terhadap kanal yang membawa air menuju kota di utara pulau, membuat situasi bertambah rumit.

Karena kerusakan yang sejauh ini belum dapat diperbaiki atas "infrastruktur penting", ribuan warga mengalami ketiadaan air sementara, sambil otoritas meminta "penggunaan bijak" air untuk memastikan mencukupi bagi warga dan pemadam kebakaran.

Pedro Martinez, Direktur Layanan Hutan, mengatakan kebakaran saat ini "melampaui kapasitas pemadaman" namun pemadam kebakaran melakukan segala upaya untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement