Jumat 25 Aug 2023 15:00 WIB

Joe Biden Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan kepada Ukraina

Biden dan Zelensky pun membahas tentang sumbangan jet tempur F-16 untuk Ukraina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
 Presiden Joe Biden (kiri) berjalan bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Foto: AP Photo/Susan Walsh
Presiden Joe Biden (kiri) berjalan bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengucapkan selamat hari kemerdekaan kepada Ukraina. Ucapan itu disampaikan ketika dia melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Kamis (24/8/2023).

Gedung Putih mengungkapkan, dalam percakapan dengan Zelensky, Biden mengutarakan kekagumannya atas keberanian dan pengorbanan rakyat Ukraina dalam memperjuangkan kebebasan serta masa depan mereka. “Presiden Biden menegaskan kembali komitmen AS untuk mendukung pertahanan Ukraina melawan agresi Rusia selama diperlukan dan meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakannya,” kata Gedung Putih, dikutip Anadolu Agency.

Baca Juga

Biden dan Zelensky pun membahas tentang sumbangan jet tempur F-16 yang akan diterima Ukraina dari Belanda dan Denmark. “Presiden Biden dan Presiden Zelensky membahas dimulainya pelatihan pilot pesawat tempur Ukraina dan jaminan percepatan persetujuan bagi negara-negara lain untuk mentransfer F-16 mereka ke Ukraina setelah menyelesaikan pelatihan guna meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina,” ungkap Gedung Putih.

Pada 20 Agustus 2023 lalu, Zelensky telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. Saat menerima kunjungan Zelensky di sebuah pangkalan udara di Eindhoven, Rutte mengumumkan bahwa Belanda akan menyumbangkan F-16 miliknya untuk Ukraina. “Hari ini kami dapat mengumumkan bahwa Belanda dan Denmark berkomitmen untuk mentransfer pesawat F-16 ke Ukraina dan angkatan udara Ukraina,” kata Rutte dalam konferensi pers bersama Zelensky.

Rutte menambahkan, jet-jet tersebut akan diserahkan dari stok yang ada setelah kondisi untuk pengiriman terpenuhi. Saat ini Belanda diketahui sedang dalam proses mengganti armada F-16 miliknya dengan tipe F-35 yang lebih canggih.

Meski Rutte tak menyinggung berapa banyak jet F-16 yang akan disumbangkan Belanda, Zelensky telah memperkirakan jumlah yang kemungkinan bakal diterima negaranya. “Mark Rutte dan saya mencapai kesepakatan tentang jumlah F-16 yang akan ditransfer ke Ukraina setelah pilot dan insinyur kami menyelesaikan pelatihan mereka. 42 jet, dan ini baru permulaan,” ucap Zelensky.

Sementara itu Mette Frederiksen mengatakan, Denmark akan menyumbangkan 19 jet F-16 untuk Ukraina. Hal itu diumumkan setelah Frederiksen menerima kunjungan Zelensky di pangkalan udara Skrydstrup. Dalam konferensi pers bersama Zelensky, Frederiksen mengungkapkan, negaranya berencana mengirimkan enam jet F-16 ke Ukraina sekitar tahun baru. Sebanyak lima F-16 lainnya akan ditransfer pada 2024. “Tolong ambil sumbangan ini sebagai tanda dukungan Denmark yang tak tergoyahkan untuk perjuangan negara Anda demi kebebasan,” ujar Frederiksen.

Kendati demikian, Menteri Pertahanan Denmark Jakob Ellemann-Jensen mengatakan, jet tempur F-16 yang akan disumbangkan oleh negaranya dan Belanda ke Ukraina hanya boleh digunakan di wilayah teritorial Ukraina. Pernyataannya mengisyaratkan bahwa jet F-16 tersebut “dilarang” digunakan untuk operasi ofensif ke wilayah Rusia.

“Kami menyumbangkan senjata dengan syarat digunakan untuk mengusir musuh dari wilayah Ukraina, dan tidak lebih dari itu. Itu syaratnya, baik itu tank, pesawat tempur atau yang lainnya,” ujar Ellemann-Jensen seperti dilaporkan kantor berita Ritzau, Senin (21/8/2023) lalu.

Menurut Juru Bicara Komando Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat mengatakan, negaranya membutuhkan 128 jet tempur untuk menggantikan armada lama dan mengimbangi kekuatan udara Rusia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement