Senin 28 Aug 2023 17:14 WIB

Massa Bakar Kediaman Perdana Menteri, Marah Atas Pertemuan Menlu Libya-Israel

Massa menutup jalan dan membakar ban.

Pasukan keamanan berjaga di Tripoli, Libya, pada 16 Agustus 2023 lalu.
Foto:

Mereka membahas mengenai kemungkinan kerja sama, isu bantuan kemanusiaan, pertanian, pengelolaan air. Cohen menyatakan, dirinya berbicara dengan Mangoush mengenai pentingnya menjaga warisan Yahudi di Libya.

Kemenlu Libya mengatakan, Mangoush sebenarnya menolak pertemuan dengan perwakilan Israel. Pertemuan tersebut, tak direncanakan dan terjadi dalam sebuah acara di Kemenlu Italia. Dalam interaksi itu tak ada disukusi, kesepakatan, atau konsultasi.

Menurut Associated Press, seorang pejabat Pemerintah Libya mengatakan, normalisasi hubungan Libya-Israel pertama kali dibahas dalam sebuah pertemuan antara Dbeibah dengan Direktur CIA William Burns yang berkunjung ke Libya pada Januari silam. 

Burns mengusulkan agar pemerintahan Dbeibah, yang diakui secara internasional, bergabung bersana negara-negara Arab lainnya yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel pada 2020. Mereka dimediasi AS melalui Abraham Accord. 

Perdana menteri Libya itu memberikan kesepakatan awal tetapi tak mempertimbangkan kemarahan rakyat Libya. Sebab selama ini, Libya mendukung Palestina dan tidak mengakui keberadaan Israel yang selama ini menduduki Palestina. 

Pada Senin (28/8/2023), seorang pejabat Israel mengungkapkan, pertemuan antara Mangoush dan Cohen telah disepakati terlebih dahulu di tingkat lebih atas di Libya. Pertemuan itu berlangsung lebih dari satu jam. 

Secara terpisah, mantan menlu dan perdana menteri Israel, Yair Lapid mengkritik Cohen yang mengungkapkan pertemuan sensitif seperti itu kepada publik. 

‘’Negara di dunia pagi ini melihat bocornya pertemuan menlu Israel dan Libya. Mereka pun bertanya pada diri sendiri, mungkinkah membangun hubungan dengan negara ini (Israel)? Mungkinkah mempercayai negara ini?’’ ujar Lapid. 

 

sumber : AP/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement