Senin 18 Sep 2023 18:35 WIB

AS dan Iran akan Tukar Tahanan Setelah Dana 6 Miliar Dolar AS Dicairkan

Dana tersebut telah dibekukan oleh Korea Selatan.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Tahanan (ilustrasi).
Foto: Presstv.ir/ca
Tahanan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Iran dan Amerika Serikat telah mendapatkan pemberitahuan bahwa 6 miliar dolar AS dana Iran yang dibekukan telah ditransfer ke rekening-rekening di Qatar, sebuah sumber mengatakan. Hal ini memicu pertukaran yang dilakukan dengan hati-hati pada hari Senin (18/9/2023), untuk masing-masing lima tahanan di antara dua negara yang telah bermusuhan selama lebih dari tiga dekade ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, mengatakan bahwa dana tersebut, yang telah dibekukan di Korea Selatan, akan berada di tangan Iran pada hari Senin ini. Sehingga kesepakatan yang dimediasi oleh Qatar selama berbulan-bulan perundingan dapat dilanjutkan.

Baca Juga

Tidak ada komentar langsung dari pihak AS. "Kedua belah pihak telah diberitahu oleh Qatar bahwa semua 6 miliar dolar AS telah ditransfer dari Swiss ke rekening bank di Qatar," kata sumber yang diberi penjelasan tentang masalah ini kepada Reuters.

"Sebuah pesawat Qatar sedang dalam keadaan siaga di Iran menunggu untuk menerbangkan lima warga negara AS yang akan segera dibebaskan dan dua orang kerabatnya ke Doha pada hari Senin pagi."

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kelima warga AS yang memiliki kewarganegaraan ganda diperkirakan akan meninggalkan Teheran dan menuju ibu kota Qatar, Doha, dan kemudian terbang ke Amerika Serikat.

Sebagai imbalannya, lima warga Iran yang ditahan di AS akan dibebaskan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa dua orang akan kembali ke Iran dan dua orang akan tetap tinggal di AS atas permintaan mereka. Satu tahanan akan bergabung dengan keluarganya di negara ketiga, tambahnya.

Kesepakatan tersebut, yang pertama kali diumumkan pada 10 Agustus lalu, akan menghilangkan gangguan besar antara Washington dan Teheran selama ini. Meskipun kedua belah pihak masih sangat berselisih mengenai berbagai masalah, mulai dari ambisi nuklir Iran dan pengaruhnya di sekitar wilayah tersebut hingga sanksi-sanksi AS dan kehadiran militer Amerika di Teluk.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya bekerja sama dengan semua pihak dalam kesepakatan tersebut "untuk memastikan kelancaran semua prosedur, sehingga dapat diselesaikan untuk selamanya."

 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement