Selasa 19 Sep 2023 16:41 WIB

Saudi Peringatkan Melonjaknya Peredaran Narkoba Sintetis di Timur Tengah

Saudi memperketat pemeriksaan di perbatasan guna mencegah masuknya Captagon.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Captagon.
Foto: Reuters/Nikolay Doychinov
Captagon.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan memperingatkan lonjakan tajam peredaran narkoba sintetis di Timur Tengah. Dia menegaskan, Saudi akan mempererat kerja sama internasional untuk memerangi dan menanggulangi hal tersebut.

“Kita telah melihat pertumbuhan pesat narkoba sintetik di kawasan kita, dan kita melihat dampak yang sangat buruk terhadap masyarakat kita. Hal ini mendorong keterlibatan kita dalam masalah ini,” kata Pangeran Faisal dalam sebuah acara di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Senin (18/9/2023), dilaporkan laman Al Arabiya.

Baca Juga

Menurut Pangeran Faisal, terdapat peningkatan metamfetamin baru-baru ini. Dia berpendapat, barang tersebut di negara-negara yang menghadapi ketidakstabilan keamanan. Pangeran Faisal mengatakan, upaya kolaboratif antara pemerintah dan para pemangku kepentingan internasional diperlukan untuk memerangi momok narkoba global.

Ia menilai, saat ini kebutuhan terhadap penindakan sangat mendesak. “Kami sangat prihatin dengan dampak buruk kesehatan masyarakat dan sosial yang terkait dengan konsumsi obat-obatan sintetis non-medis serta tantangan yang terkait dengan pembuatan gelap, penyelewengan perdagangan dan kejahatan-kejahatan terkait,” ucapnya.

Pangeran Faisal mengapresiasi Menlu AS Antony Blinken karena telah memimpin koalisi internasional serta kerja sama global untuk mengatasi ancaman kesehatan masyarakat dan keamanan yang dipicu oleh narkoba sintetis. Arab Saudi telah memerangi merajalelanya penggunaan dan impor ilegal Captagon, yakni sebuah amfetamin yang banyak diproduksi di Suriah.

Saudi memperketat pengawasan dan pemeriksaan di perbatasan guna mencegah masuknya Captagon ke negaranya. Sejauh ini Saudi telah berhasil menyita dan memusnahkan jutaan pil Captagon. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement