Sabtu 23 Sep 2023 08:06 WIB

Pesawat Ruang Angkasa NASA Kirimkan Sampel Terbesar dari Asteroid

Para ilmuwan memperkirakan akan mendapatkan sekitar 250 gram kerikil dan debu.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Asteroid (ilustrasi). Planet Bumi akan menerima pengiriman khusus, sampel terbesar dari asteroid.
Foto: Lynette Cook/WM Keck Observatory
Asteroid (ilustrasi). Planet Bumi akan menerima pengiriman khusus, sampel terbesar dari asteroid.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Planet Bumi akan menerima pengiriman khusus, sampel terbesar dari asteroid. Sebuah pesawat ruang angkasa NASA akan terbang melewati Bumi pada Ahad (23/9/2023) dan menjatuhkan setidaknya sebongkah puing yang diambil dari asteroid Bennu, menutup pencarian selama tujuh tahun.

Kapsul sampel akan diterjunkan ke gurun Utah, Amerika Serikat, saat kapal induk pesawat ruang angkasa Osiris-Rex meluncur untuk bertemu dengan asteroid lain. Para ilmuwan memperkirakan akan mendapatkan sekitar 250 gram kerikil dan debu.

Baca Juga

Meski terlihat kecil, jumlah ini lebih banyak daripada satu sendok teh yang dibawa kembali oleh Jepang dari dua asteroid lainnya. Tidak ada negara lain yang berhasil menemukan potongan asteroid, yang bisa menguak misteri awal tata surya yang dapat membantu menjelaskan Bumi dan kehidupan dapat terbentuk.

Pendaratan yang akan terjadi mengakhiri perjalanan sejauh 6,2 miliar kilometer yang ditandai dengan pertemuan dengan Bennu yang kaya karbon. Pendaratan unik dan pengambilan sampel, tutup macet yang membuat sebagian simpanan tumpah ke luar angkasa, dan kini akhirnya sampel asteroid pertama NASA datang ke Bumi.

“Saya bertanya pada diri sendiri berapa banyak momen mengharukan yang dapat Anda alami dalam satu kehidupan karena saya merasa mungkin telah mencapai batas kemampuan saya,” kata Dante Lauretta dari University of Arizona dan ilmuwan utama misi tersebut.

Untuk mengenal lebih dekat tentang kedatangan sampel tidak biasanya itu, sekilas tentang pesawat ruang angkasa dan muatannya.

Perjalanan panjang

Pemburu asteroid oleh Osiris-Rex meluncurkan misi senilai satu miliar dolar AS pada 2016. Pesawat itu tiba di Bennu pada 2018 dan menghabiskan dua tahun berikutnya terbang mengelilingi batuan luar angkasa kecil yang berputar dan mencari tempat terbaik untuk mengambil sampel.

Tiga tahun yang lalu, pesawat ruang angkasa itu menukik dan menjangkau dengan tongkat vakum setinggi tiga meter, menyentuh permukaan asteroid untuk sesaat dan menyedot debu dan kerikil. Perangkat itu menekan dengan kekuatan sedemikian rupa dan mencengkeram sedemikian rupa sehingga batu-batuan terjepit di sekitar tepi tutupnya.

Saat sampel melayang ke luar angkasa, Lauretta dan timnya bergegas memasukkan sisa material ke dalam kapsul. Jumlah pasti di dalamnya tidak akan diketahui sampai wadahnya dibuka.

Asteroid Bennu

Asteroid yang ditemukan pada 1999 ini diyakini sebagai sisa asteroid yang jauh lebih besar yang bertabrakan dengan batuan luar angkasa lainnya. Lebarnya hampir setengah kilometer, kira-kira setinggi Empire State Building dan permukaannya yang hitam dan kasar dipenuhi batu-batu besar.

Berbentuk bulat seperti gasing yang berputar, Bennu mengorbit matahari setiap 14 bulan, sambil berputar setiap empat jam. Para ilmuwan yakin Bennu menyimpan sisa-sisa pembentukan tata surya 4,5 miliar tahun lalu.

Asteroid tersebut mungkin akan mendekat dan menghantam Bumi pada  24 September 2182 atau tepat 159 tahun setelah potongan pertama asteroid tersebut tiba. Menurut Lauretta, studi dekat Osiris-Rex dapat membantu umat manusia mengetahui cara membelokkan Bennu jika diperlukan.

Hari penting Osiris-Rex akan melepaskan...

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement