Kamis 28 Sep 2023 13:47 WIB

Wagner Kembali Berperang, Ukraina: Mereka Sisa-Sisa yang Menyedihkan

Keberadaan tentara Wagner di Ukraina dinilai tak menimbulkan dampak berarti

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Ratusan anggota kelompok tentara bayaran Rusia, Grup Wagner telah kembali ke Ukraina timur untuk berperang.
Foto: Belarusian Defense Ministry via VoenTV via A
Ratusan anggota kelompok tentara bayaran Rusia, Grup Wagner telah kembali ke Ukraina timur untuk berperang.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Ratusan anggota kelompok tentara bayaran Rusia, Grup Wagner telah kembali ke Ukraina timur untuk berperang. Juru bicara komando militer timur, Serhiy Cherevatyi, mengetahui adanya beberapa tentara Wagner kembali ke Ukraina. Ia mengaku tak khawatir dengan keberadaan mereka.

“Kami telah mencatat kehadiran maksimal beberapa ratus pejuang bekas PMC (perusahaan militer swasta) Wagner,” katanya, Kamis (28/9/2023)

Baca Juga

Cherevatyi menambahkan, pesawat tempur Wagner tersebar di berbagai tempat, dan tidak menimbulkan dampak berarti.

“Mereka bukan merupakan kekuatan yang integral, sistematis, dan terorganisasi. Seperti yang mereka katakan, permainan berakhir. Ini adalah sisa-sisa yang menyedihkan, tidak ada hal baik yang menanti mereka di sini," ujar Cherevatyi.

Penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak mengatakan Wagner sudah tidak ada lagi. Dia mengatakan, ada yang pergi ke Afrika, ada yang tersebar melalui Rusia, dan ada pula yang memiliki kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia dan bertempur di sektor Bakhmut.

“Saat ini, yang ada hanyalah mantan militan kelompok teroris yang tersebar ke segala penjuru,” ujar Podolyak di platform sosial media, X yang dulu bernama Twitter.

Sebelumnya, tentara Wagner memainkan peran penting dalam perebutan Kota Bakhmut di bagian timur Rusia pada Mei dalam salah satu pertempuran terpanjang dan paling sengit. Mereka meninggalkan Bakhmut setelah pertempuran.

Pada Juni Grup Wagner yang dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin melakukan pemberontakan singkat dengan mengambil kendali markas militer Rusia dan bergerak menuju Moskow. Namun sebelum mencapai Moskow, mereka mundur dan menetap di Belarus.Prigozhin tewas pada tanggal 23 Agustus dalam sebuah kecelakaan jet pribadi yang ia tumpangi.

Kremlin berupaya untuk menempatkan Grup Wagner di bawah kendali negara yang lebih ketat. 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement