Rabu 04 Oct 2023 17:39 WIB

Thailand Berupaya Pulihkan Kepercayaan Pariwisata Usai Penembakan di Siam Paragon

Penembakan di Siam Paragon menewaskan dua orang dan melukai lima orang.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Pengunjung menuju Siam Paragon Mall di Bangkok, Thailand, Rabu, 4 Oktober 2023.
Foto: AP Photo/Wason Wanichakorn
Pengunjung menuju Siam Paragon Mall di Bangkok, Thailand, Rabu, 4 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Thailand akan memulihkan kepercayaan terhadap sektor pariwisatanya setelah penembakan di pusat perbelanjaan mewah yang menewaskan dua orang asing.  Polisi telah menangkap seorang remaja yang diduga memasuki mal Siam Paragon di jantung komersial Bangkok pada Selasa (3/10/2023) dan melepaskan tembakan.

Penembakan ini menewaskan dua wanita, satu dari Cina dan satu lainnya dari Myanmar. Lima orang mengalami luka-luka akibat penembakan itu.

Baca Juga

Penembakan tersebut terjadi ketika Perdana Menteri Srettha Thavisin berupaya meningkatkan pariwisata, yang menjadi pendorong utama perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara.

Wisatawan Cina merupakan sumber pengunjung asing terbesar ke Thailand pada tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. Pemerintahan Srettha bulan lalu memperkenalkan bebas visa bagi warga negara Cina untuk memfasilitasi perjalanan dan membantu mengatasi kekhawatiran keselamatan.  

Thpanee Kiatphaibool, gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, mengatakan, lembaga pemerintah akan berbuat lebih banyak untuk memulihkan kepercayaan pariwisata. “Kita perlu meningkatkan keamanan di semua bidang bagi wisatawan Thailand dan asing,” kata Thpanee.

Kekerasan bersenjata dan kepemilikan senjata merupakan hal biasa di Thailand. Namun pemeriksaan keamanan di tempat umum, termasuk pusat perbelanjaan dan sistem transportasi, biasanya dilonggarkan.

“Hal ini akan berdampak pada kepercayaan pariwisata dan reputasi kami. Di masa lalu, ada keluhan mengenai keselamatan dari Cina, tapi ini adalah sesuatu yang tidak terpikirkan," ujar Wakil Presiden Dewan Pariwisata Thailand, Somsong Sachaphimukh.

Pengunjung Cina berjumlah 11 juta dari rekor 39,9 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Thailand pada 2019, sebelum pandemi terjadi. Namun kedatangann mereka ke Thailand, dan negara lain di Asia Tenggara, berjalan lamban, sehingga mendorong keputusan pemerintah mengenai pembebasan visa menjelang musim liburan.

Thailand mencatat 20 juta kunjungan wisatawan asing pada periode Januari hingga Oktober, yang menghabiskan 839 miliar baht atau 22,58 miliar dolar AS.  Targetnya adalah 29 juta pengunjung tahun ini.

Mal Siam Paragon kembali dibuka kembali, dan pengunjung kembali berdatangan. Buket bunga disandarkan di samping salah satu pintu masuk mal.

Dong Peijian, seorang turis Tiongkok berusia 34 tahun, mengatakan dia gelisah dengan penembakan tersebut. “Saya cukup terkejut. Insiden penembakan seperti ini akan membuat masyarakat Cina mempertimbangkan kembali untuk berlibur ke negara lain," ujarnya. n

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement