Sabtu 07 Oct 2023 23:09 WIB

Kementerian Kesehatan Gaza: 198 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan

Selain 198 korban jiwa, lebih dari 1.600 warga Palestina lainnya luka-luka.

Mobil hancur dan bangunan rusak di Kota Ashkelon, Israel, setelah peluncuran roket dari Gaza, Sabtu (7/10/2023). Rentetan roket diluncurkan dari Jalur Gaza dalam serangan yang diklaim oleh Hamas.
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Mobil hancur dan bangunan rusak di Kota Ashkelon, Israel, setelah peluncuran roket dari Gaza, Sabtu (7/10/2023). Rentetan roket diluncurkan dari Jalur Gaza dalam serangan yang diklaim oleh Hamas.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Serangan Israel di Jalur Gaza yang diluncurkan setelah serangan Hamas selain menewaskan sedikitnya 198 warga Palestina juga mengakibatkan lebih dari 1.600 warga lainnya luka-luka. Hal ini disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada Sabtu (7/10/2023) melalui akun Facebooknya.

Israel memulai Operasi Iron Swords di Gaza sebagai balasan atas Operasi Badai Al-Aqsa yang dilakukan pasukan Hamas terhadap Israel sebelumnya pada hari tersebut. Tentara Israel "memulai operasi skala besar untuk membela warga sipil Israel dari serangan gabungan yang diluncurkan terhadap Israel oleh Hamas pagi ini," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Banyak warga Israel disebutkan tewas dalam operasi Palestina tersebut, dengan banyak lainnya mengaku ditahan, tetapi media Anadolu tidak dapat memverifikasi jumlahnya.

Kepala Hamas Ismail Haniyeh menggambarkan serangan itu sebagai "epik heroik sebagai respons terhadap agresi Israel terhadap Masjid Al Aqsa" dan kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel. Ratusan pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa yang menjadi pusat konflik selama hari raya Yahudi, Sukkot. Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, mengatakan mereka menargetkan beberapa lokasi musuh, bandara, dan instalasi militer dengan serangan roket.

 

 

sumber : Antara/Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement