Selasa 17 Oct 2023 08:04 WIB

Brigade Al Qassam Berjanji Lindungi Tahanan dari Berbagai Negara

Tahanan warga non-Israel adalah tamu yang akan dibebaskan bila keadaan memungkinkan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
juru bicara sayap bersenjata Hamas Brigade Al Qassam Abu Obeida mengatakan, Hamas memiliki sekelompok tahanan dari berbagai negara dan akan diperlakukan sebagai tamu serta dibebaskan pada waktunya.
Foto: AP/Adel Hana
juru bicara sayap bersenjata Hamas Brigade Al Qassam Abu Obeida mengatakan, Hamas memiliki sekelompok tahanan dari berbagai negara dan akan diperlakukan sebagai tamu serta dibebaskan pada waktunya.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Dalam pesan video, juru bicara sayap bersenjata Hamas Brigade Al Qassam, Abu Obeida, mengatakan Hamas memiliki sekelompok tahanan dari berbagai negara. Dia menyatakan bahwa warga non-Israel adalah tamu yang akan dibebaskan bila keadaan memungkinkan.

"Sekelompok tahanan dari berbagai negara, mereka adalah tamu kami dan kami berupaya melindungi mereka," ujar Obeida.

Baca Juga

"Kami akan membebaskan tahanan dari berbagai negara jika keadaan di lapangan memungkinkan," kata Oebida tidak menjelaskan lebih lanjut.

Militer Israel sebelumnya mengeklaim, Hamas telah menyandera 199 orang, sedangkan Hamas menyatakan memiliki antara 200 hingga 250 orang. Pada 13 Oktober, Brigade Al Qassam melaporkan, sebanyak 13 tahanan telah mati akibat serangan roket Israel ke Gaza.

Selain itu, pemimpin tinggi Hamas Khaled Meshaal mengatakan pada Senin (16/10/2023), bahwa kelompok yang menjalankan pemerintahan di Gaza memiliki yang dibutuhkan untuk membebaskan semua warga Palestina di penjara-penjara Israel. Pernyataan ini mungkin mencoba merujuk pada niatan menggunakan warga Israel yang diculik sebagai alat tawar-menawar untuk menjamin pembebasan tahanan Palestina.

"Memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengosongkan penjara dari semua tahanan,” kata mantan ketua Hamas yang kini mengepalai kantor diaspora di Doha kepada AlAraby TV.

Tapi, pejabat senior Hamas lainnya Moussa Abu Marzouk mengatakan pada Senin, bahwa tahanan asing tidak dapat dibebaskan. Kondisi itu akibat berlanjutnya pemboman Israel di Jalur Gaza.

Hamas seperti faksi lain di Palestina telah lama menyerukan pembebasan sekitar 6.000 warga Palestina di penjara Israel. Pada 2011, Israel menukar ratusan tahanan Palestina untuk memenangkan pembebasan satu tentara Israel, Gilad Shalit, yang ditahan selama lima tahun.

Pertukaran semacam itu tampaknya merupakan tawar-menawar yang dinilai mustahil karena puluhan orang ditahan. Israel yang telah membombardir Gaza dengan serangan yang menewaskan ratusan warga Palestina mengatakan, pihaknya akan bertindak untuk membebaskan para sandera sekaligus melenyapkan Hamas.

Para tawanan Hamas diyakini termasuk warga negara termasuk Thailand dan Jerman. Negara-negara lain telah melaporkan warganya hilang. Warga Israel dengan kewarganegaraan ganda di negara-negara termasuk Amerika Serikat juga diyakini telah diculik.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement