Rabu 18 Oct 2023 11:15 WIB

Penduduk Tepi Barat Desak Abbas Mundur

Warga meluapkan kemarahan pada Abbas

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Protes yang pecah di Tepi Barat menyoroti kemarahan warga Palestina yang sudah lama membara terhadap kepemimpinan Otoritas Palestina
Foto: AP Photo/Jacquelyn Martin
Protes yang pecah di Tepi Barat menyoroti kemarahan warga Palestina yang sudah lama membara terhadap kepemimpinan Otoritas Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Warga di Tepi Barat menggelar unjuk rasa usai serangan udara Israel membunuh ratusan orang di sebuah rumah sakit di Gaza. Mereka meminta Presiden Palestina Mahmoud Abbas mundur.

“Rakyat menginginkan jatuhnya presiden,” ujar teriakan beberapa pengunjuk rasa di Tepi Barat dikutip dari AlJazirah.

Baca Juga

Menurut laporan AlArabiyah, pasukan Palestina di Ramallah menembakkan gas air mata ke arah para demonstran yang berkumpul. Pengunjuk rasa menyerukan agar Abbas mundur karena sikapnya sejak perang antara Israel dan Hamas dimulai.

Beberapa pengunjuk rasa menyuarakan dukungan mereka terhadap Hamas, kelompok Palestina yang menjalankan pemerintahan di Gaza. Saksi mata melaporkan adanya protes di kota-kota lain di Tepi Barat, termasuk Nablus, Tubas, dan Jenin, kota di utara yang menjadi fokus operasi militer Israel pada awal tahun ini.

Protes yang pecah di Tepi Barat menyoroti kemarahan warga Palestina yang sudah lama membara terhadap kepemimpinan Otoritas Palestina (PA). Pemerintahan Abbas telah lama mendapat kritik karena berkoordinasi dengan Israel mengenai keamanan di wilayah tersebut.

Serangan terhadap Rumah Sakit  Al-Ahli Baptist di Gaza yang menurut para pejabat membunuh sekitar 500 orang menjadi pemantik baru. Insiden ini paling mematikan di Gaza sejak Israel melancarkan serangan udara brutal di wilayah Palestina setelah Hamas melakukan serangan tidak terduga ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Militer Israel membantah bertanggung jawab atas serangan udara tersebut dan mengatakan serangan itu disebabkan oleh kegagalan peluncuran roket yang dilakukan kelompok Jihad Islam.

Jihad Islam membantah bahwa ada roket yang terlibat dalam ledakan rumah sakit tersebut. Kelompok itu mengatakan, tidak melakukan aktivitas apa pun di atau sekitar Kota Gaza pada saat itu.

Sejak serangan Hamas, Israel telah menggempur Jalur Gaza dalam pemboman udara tanpa henti yang telah membunuh lebih dari 3.000 warga Palestina. Serangan itu juga melukai lebih dari 10 ribu lainnya, dan meratakan seluruh lingkungan pemukiman.

Ketegangan meningkat di wilayah pendudukan Tepi Barat dengan pasukan Israel telah membunuh puluhan warga Palestina dan menangkap lebih dari 600 orang. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, bahwa 61 orang meninggal dan 1.250 orang terluka di wilayah pendudukan Tepi Barat sejak 7 Oktober. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement