Sabtu 21 Oct 2023 13:21 WIB

Siapkan Skema Kampanye Militer ke Gaza, Israel Ingin Ciptakan Realitas Keamanan Baru

Israel diketahui telah memblokade Gaza sejak 2007.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Seorang tentara Israel berjalan di samping kendaraan lapis baja yang duduk di daerah sepanjang perbatasan dengan Gaza, Israel selatan, 14 Oktober 2023.
Foto: EPA-EFE/MARTIN DIVISEK
Seorang tentara Israel berjalan di samping kendaraan lapis baja yang duduk di daerah sepanjang perbatasan dengan Gaza, Israel selatan, 14 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan, kampanye serangan Israel ke Jalur Gaza bertujuan mengakhiri tanggung jawab negaranya terhadap wilayah tersebut dan menciptakan realitas keamanan baru bagi warganya.

Israel diketahui telah memblokade Gaza sejak 2007. Tel Aviv secara ketat membatasi keluar dan masuknya warga, termasuk aktivitas ekspor-impor.

Baca Juga

Dalam pengarahan kepada komite parlemen pada Jumat (20/10/2023), Gallant mengatakan, kampanye militer di Gaza akan dilakukan dalam tiga tahap dengan tujuan menciptakan realitas keamanan baru. Dia menyebut tahap pertama yang kini sedang berlangsung akan melibatkan penghancuran infrastruktur-infrastruktur milik Hamas.

Sementara fase kedua bakal mencakup operasi intensitas rendah dan bertujuan menghancurkan kantong-kantor perlawanan. “Fase ketiga memerlukan penghapusan tanggung jawab Israel atas kehidupan di Jalur Gaza, dan pembentukan realitas keamanan baru bagi warga Israel,” ujar Gallant, dikutip laman Aljazirah.

Pada Kamis (19/10/2023) lalu, Yoav Gallant mengunjungi pasukan Israel yang ditempatkan di dekat perbatasan Jalur Gaza. Pada kesempatan itu, dia mengisyaratkan kesiapan Israel meluncurkan operasi pertempuran darat ke Gaza.

“Anda sekarang melihat Gaza dari kejauhan. Anda akan segera melihatnya dari dalam. Perintah akan datang,” kata Gallant kepada para prajurit Israel. Selama ini Israel diketahui hanya melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza.

Dalam pertemuan dengan pasukan Israel, Gallant pun mengingatkan mereka tentang akan sengitnya peperangan. “Pertempuran ini akan sangat luas, sulit, dan kita akan bertindak tepat, tajam, dan mematikan. Namun akan ada harga untuk itu, dan kita juga memiliki harga yang harus dibayar. Tapi kita akan terus melanjutkannya sampai kita menyelesaikan operasi ini sepenuhnya,” ucapnya.

Secara terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menemui pasukan Israel yang ditempatkan di dekat perbatasan Jalur Gaza. Dia menyemangati para tentaranya. “Kita akan menang dengan kekuatan penuh,” ujar Netanyahu.

Pertempuran terbaru antara Hamas dan Israel pecah pada 7 Oktober 2023 lalu. Hingga berita ini ditulis, jumlah warga di Jalur Gaza yang terbunuh akibat serangan Israel telah melampaui 4.000 jiwa. Serangan udara Israel yang intens juga mengakibatkan lebih dari 1 juta warga Gaza terlantar dan mengungsi. Kondisi di Jalur Gaza semakin memburuk karena konvoi bantuan kemanusiaan masih tak diizinkan memasuki wilayah tersebut.

Sementara warga Israel yang tewas akibat operasi dan serangan Hamas mencapai sedikitnya 1.400 orang.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement