Jumat 03 Nov 2023 20:01 WIB

Raja Salman dan Pangeran MBS Sumbang Rp 209 Miliar untuk Warga Gaza

PBB mengajukan permohonan bantuan darurat untuk Palestina senilai 1,2 miliar dolar AS

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud.
Foto: EPA-EFE/BANDAR ALJALOUD
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) berpartisipasi dalam acara penggalangan dana untuk bantuan kepada masyarakat Palestina di Jalur Gaza.

Raja Salman dan Pangeran MBS masing-masing memberikan dana sebesar 30 juta riyal dan 20 juta riyal. Nilai bantuan keduanya setara Rp209 miliar.

Baca Juga

Acara penggalangan dana untuk masyarakat Gaza digelar oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief), Kamis (2/11/2023). Penghimpunan dana dilakukan lewat Sahem Platform.

“Kampanye penggalangan dana ini adalah bagian dari peran historis Kerajaan (Saudi) dalam mendukung persaudaraan rakyat Palestina dalam berbagai krisis, menambahkan bahwa dukungan kemanusiaan dan pembangunan Saudi tidak pernah berhenti menjangkau rakyat Palestina,” kata Supervisor General dari KSrelief Dr Abdullah bin Abdulaziz, dilaporkan Saudi Press Agency.

Pada Jumat (3/11/2023), PBB meluncurkan permohonan bantuan darurat sebesar 1,2 miliar dolar AS untuk membantu sekitar 2,7 juta warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. “Permohonan awal, yang diluncurkan pada 12 Oktober, meminta 294 juta dolar AS juta untuk mendukung hampir 1,3 juta orang. Situasinya menjadi semakin menyedihkan sejak saat itu,” kata PBB.

Hingga saat ini, Israel masih melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Sejak akhir pekan lalu, Israel pun sudah meluncurkan operasi pertempuran darat ke wilayah yang diblokade tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah menyampaikan bahwa dia menolak adanya gencatan senjata di Jalur Gaza.

Hingga berita ini ditulis, jumlah warga Gaza yang terbunuh sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 lalu telah melampaui 9.000 orang. Lebih dari 70 persen korban jiwa adalah anak-anak, perempuan, dan lansia. Sementara korban luka menyentuh 22 ribu orang. Serangan Israel juga mengakibatkan lebih dari 1 juta warga Gaza terlantar dan mengungsi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement