Sabtu 04 Nov 2023 13:29 WIB

Gempa Guncang Nepal, 128 Orang Tewas dan Puluhan Terluka

Getaran gempa terasa hingga ke ibu kota India, New Delhi.

Gempa bumi (ilustrasi)
Foto: www.keyt.com
Gempa bumi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU — Gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah distrik barat laut Nepal pada Jumat (3/11/20230) malam. Gampa tersebut menewaskan sedikitnya 128 orang dan melukai puluhan lainnya, kata para pejabat Sabtu (4/11/2023).

Getaran gempa terasa hingga ke ibu kota India, New Delhi, yang berjarak lebih dari 800 kilometer (500 mil) jauhnya. Survei Geologi AS mengatakan gempa tersebut terjadi pada kedalaman 11 mil. Sementara Pusat Penelitian & Pemantauan Gempa Bumi Nasional Nepal mengatakan pusat gempa berada di Jajarkot, sekitar 400 kilometer timur laut ibu kota Nepal, Kathmandu.

Baca Juga

Petugas keamanan bekerja sama dengan penduduk desa sepanjang malam dalam kegelapan untuk menarik korban tewas dan terluka dari rumah-rumah yang roboh. Gempa tersebut terjadi ketika banyak orang sedang tertidur di rumah mereka. 

Helikopter dan pasukan darat bergegas membantu orang-orang yang terluka. Pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat, mengingat komunikasi terputus di banyak tempat.

Saat fajar menyingsing, helikopter penyelamat terbang ke wilayah tersebut untuk membantu dan pasukan keamanan di lapangan sedang menggali korban luka dan tewas akibat reruntuhan, kata juru bicara kepolisian Nepal Kuber Kadayat.

Pasukan keamanan membersihkan jalan dan jalur pegunungan yang terhalang tanah longsor akibat gempa. Helikopter menerbangkan pekerja medis dan obat-obatan ke rumah sakit yang ada di wilayah yang dihantam gempa. Perdana Menteri Nepal Pushpa Kamal Dahal pun turut terbang dengan helikopter bersama tim dokter. 

Di Kabupaten Jajarkot, pusat gempa, dilaporkan sebanyak 92 orang tewas dan 55 lainnya luka-luka. Gempa tersebut juga menewaskan sedikitnya 36 orang di distrik tetangga Rukum, di mana banyak rumah runtuh, dan sedikitnya 85 orang terluka dibawa ke rumah sakit setempat.

Di rumah sakit regional di kota Nepalgunj, lebih dari 100 tempat tidur rumah sakit telah tersedia dan tim dokter siap membantu korban cedera.

“Saya tertidur lelap ketika tiba-tiba benda itu bergetar hebat. Saya mencoba lari tetapi seluruh rumah runtuh. Saya mencoba melarikan diri tetapi separuh tubuh saya terkubur di reruntuhan,” kata Bimal Kumar Karki, salah satu dari dua orang pertama yang dibawa ke rumah sakit daerah.

“Saya berteriak, tapi semua tetangga saya berada dalam situasi yang sama dan berteriak minta tolong. Butuh waktu hampir setengah jam hingga satu jam sebelum tim penyelamat menemukan saya,” katanya.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement