Rabu 22 Nov 2023 21:17 WIB

Dunia Sambut Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas-Israel

Ini adalah kabar baik pertama dari Gaza untuk waktu yang lama

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Warga Palestina menyaksikan kehancuran akibat bombardir Israel di Jalur Gaza, Palestina, di Deir al Balah, Rabu (22/11/2023).
Foto: AP Photo/Hatem Ali
Warga Palestina menyaksikan kehancuran akibat bombardir Israel di Jalur Gaza, Palestina, di Deir al Balah, Rabu (22/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA – Dunia menyambut kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan yang dicapai antara Hamas dan Israel dengan bantuan mediasi Qatar. Dalam kesepakatan tersebut, turut tercakup pembebasan sandera oleh Hamas dan tahanan Palestina oleh Israel.

“Saya sangat bersyukur bahwa beberapa dari manusia-manusia berani ini akan bersatu kembali dengan keluarga mereka setelah kesepakatan ini dilaksanakan sepenuhnya,” ujar Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang tampaknya ditujukan kepada pembebasan warga Israel oleh Hamas, Selasa (21/11/2023) waktu Amerika.

Baca Juga

Biden mengungkapkan, pada akhir Oktober lalu, dua warga AS yang disandera Hamas berhasil dibebaskan berkat upaya diplomasi intensif. “Kesepakatan hari ini (antara Hamas dan Israel) akan membawa pulang lebih banyak sandera Amerika, dan saya tidak akan berhenti sampai mereka semua dibebaskan,” ucapnya.

Pemerintah Rusia pun menyambut kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan Israel-Hamas. “Ini adalah kabar baik pertama dari Gaza dalam waktu yang sangat lama,” ujar Juru Bicara (Jubir) Kremlin Dmitry Peskov, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Peskov mengungkapkan, Rusia dan sebagian besar negara sudah berulang kali menyerukan gencatan senjata di Gaza. “Alasannya adalah jeda seperti itu dapat membantu menguraikan upaya masa depan untuk menemukan solusi berkelanjutan terhadap masalah ini,” ucapnya.

Pemerintah Cina pun merespons positif kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan antara Israel dan Hamas. “Kami menyambut baik perjanjian gencatan senjata sementara yang dicapai oleh pihak-pihak terkait,” ujar Jubir Kementerian Luar Negeri Cina Mao Ning dalam pengarahan pers rutin, Rabu (22/11/2023).

Mao mengungkapkan, kesepakatan gencatan senjata akan meringankan krisis kemanusiaan di Gaza. “Sejak pecahnya konflik Palestina-Israel saat ini, Cina selalu menyerukan gencatan senjata dan melakukan upaya tak henti-hentinya untuk meredakan situasi, melindungi warga sipil, serta memberikan bantuan kemanusiaan,” katanya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut menyambut kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Dia secara khusus memuji adanya pengaturan tentang pembebasan sandera oleh Hamas. “Komisi Eropa akan melakukan yang terbaik untuk menggunakan jeda ini untuk gelombang kemanusiaan ke Gaza,” ucapnya.

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengutarakan respons senada perihal tercapainya kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel. “Perjanjian ini merupakan langkah penting dalam memberikan bantuan kepada keluarga para sandera dan mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza,” kata Cameron. 

“Saya mengimbau semua pihak untuk memastikan kesepakatan tersebut disampaikan secara utuh. Tentu saja, kami ingin melihat seluruh sandera segera dibebaskan dan keluarga-keluarga yang terkena dampak kengerian serangan teror 7 Oktober bersatu kembali,” tambah Cameron.

Negara-negara Arab juga menyampaikan tanggapan serupa soal kesepakatan gencatan senjata Hamas dan Israel. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memuji peran Qatar dan AS dalam membantu menengahi kesepakatan tersebut. Kairo diketahui turut terlibat dalam memediasi perundingan Hamas dengan Israel. 

Langkah awal hentikan pertempuran sepenuhnya....

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement