Kamis 23 Nov 2023 18:40 WIB

Cegah Meluasnya Perang, Iran Berharap Gencatan Senjata Hamas-Israel Diperpanjang

Jika gencatan senjata tidak diperpanjang, perang berpotensi meluas ke kawasan

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian berharap kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel dapat diperpanjang
Foto: EPA-EFE/YURI KOCHETKOV
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian berharap kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel dapat diperpanjang

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian berharap kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel dapat diperpanjang. Sebab jika tidak, perang di Jalur Gaza tetap berpotensi meluas ke kawasan.

“Jika gencatan senjata ini dimulai besok, jika tidak dilanjutkan, kondisi di kawasan tidak akan sama seperti sebelum gencatan senjata, dan cakupan perang akan meluas,” kata Amirabdollahian ketika diwawancara stasiun televisi Al-Mayadeen di Beirut, Lebanon, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga

“Kami tidak berupaya memperluas cakupan perang. Jika intensitas perang meningkat, setiap kemungkinan akan memperluas cakupan perang,” tambah Amirabdollahian.

Dalam lawatannya ke Beirut, Amirabdollahian sempat melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziyad Nakhaleh dan Wakil Ketua Hamas Khalil Al-Hayya. Mereka bertemu beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan antara Hamas dan Israel diumumkan.

Dalam pertemuan tersebut, Amirabdollahian, Nakhaleh, dan Al-Hayya, membahas perkembangan situasi di Jalur Gaza, termasuk perihal kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan yang baru saja dicapai dengan Israel. “Waktu tidak berpihak pada Israel,” ujar Amirabdollahian ketika menyinggung tentang kemampuan Hamas dan Jihad Islam dalam meladeni pertempuran dengan Israel selama lebih dari enam pekan terhitung sejak 7 Oktober 2023, dilaporkan Anadolu Agency.

Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang diperkirakan mulai berlaku pada Kamis (23/11/2023), ditunda implementasinya. Hal itu karena Israel belum memperoleh kejelasan tentang nama-nama para sandera yang akan dibebaskan Hamas.  

“(Kesepakatan ditunda) karena nama para sandera Israel dan cara pembebasan mereka,” kata seorang pejabat Palestina yang mengetahui proses negosiasi dengan Israel, Kamis, dikutip laman Al Arabiya.

Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi mengonfirmasi bahwa Pemerintah Israel belum mencapai kesepakatan dengan Hamas soal pembebasan sandera-sandera. “Negosiasi mengenai pembebasan sandera kami terus berjalan dan berlanjut,” ujar Hanegbi dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel.

“Permulaan pembebasan akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan awal antara kedua belah pihak, dan tidak sebelum hari Jumat,” tambah Hanegbi.

Israel belum menerima nama-nama sandera yang akan dibebaskan...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement