Jumat 24 Nov 2023 17:16 WIB

Inggris akan Sumbang Dana Kemanusiaan Rp 586 Miliar ke Gaza

Bantuan kemanusiaan ke Gaza diketahui dikirimkan melalui gerbang penyeberangan Rafah.

Rep: Kamran Dikarma / Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan negaranya akan menyumbangkan dana bantuan kemanusiaan sebesar 30 juta poundsterling atau setara Rp586 miliar ke Jalur Gaza
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan negaranya akan menyumbangkan dana bantuan kemanusiaan sebesar 30 juta poundsterling atau setara Rp586 miliar ke Jalur Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH – Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan negaranya akan menyumbangkan dana bantuan kemanusiaan sebesar 30 juta poundsterling atau setara Rp 586 miliar ke Jalur Gaza. Hal itu disampaikan ketika dia mengunjungi Tepi Barat, Jumat (24/11/2023). 

“Saya bangga bahwa penerbangan keempat Inggris yang membawa perbekalan penting mendarat di Mesir hari ini, dan saya dapat mengumumkan dana baru sebesar 30 juta poundsterling yang akan digunakan untuk bantuan penting seperti tempat berlindung serta perbekalan medis,” ujar Cameron.

Baca Juga

Bantuan kemanusiaan ke Gaza diketahui dikirimkan melalui gerbang penyeberangan Rafah, Mesir. Saat ini Rafah menjadi satu-satunya akses untuk masuk dan keluar Gaza. Cameron pun mengomentari tentang dimulainya gencatan senjata selama empat hari antara Hamas dan Israel.

“Kami berharap hari ini akan terjadi pembebasan sandera, dan saya mendesak semua pihak untuk terus berupaya menuju pembebasan setiap sandera. Jeda juga akan memberikan akses terhadap bantuan yang menyelamatkan nyawa masyarakat Gaza,” kata Cameron.

Israel dan Hamas telah memulai gencatan senjata selama empat hari di Jalur Gaza pada Jumat. Gencatan senjata dimulai pada pukul 07:00 waktu setempat dan berlaku menyeluruh di wilayah selatan serta utara Gaza. Selama gencatan senjata berlangsung, bantuan kemanusiaan akan dialirkan ke Gaza, termasuk di dalamnya bahan bakar. Sejak menggempur Gaza pada 7 Oktober 2023, Israel diketahui melarang pengiriman bahan bakar ke Gaza. 

Mesir mengungkapkan, 130 ribu liter solar dan empat truk gas akan dikirim ke Gaza setiap hari melalui Rafah selama masa gencatan senjata berlangsung. Selain itu, terdapat 200 truk pengangkut bantuan kemanusiaan lainnya yang bakal masuk ke Gaza setiap harinya.

Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, Hamas akan membebaskan 13 warga Israel yang sudah mereka sandera sejak 7 Oktober 2023. Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Qatar, para sandera akan dibebaskan pada pukul 16.00 waktu setempat. Doha diketahui merupakan mediator dalam kesepakatan gencatan senjata Hamas dan Israel. 

Sebagai timbal balik atas pembebasan sandera oleh Hamas, Israel pun akan membebaskan sejumlah warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel. “Kami semua berharap gencatan senjata ini akan memberikan peluang untuk memulai upaya yang lebih luas untuk mencapai gencatan senjata permanen,” ujar seorang juru bicara Kemenlu Qatar.

Israel tetap disiagakan di belakang garis gencatan senjata....

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement