Senin 27 Nov 2023 03:17 WIB

Julid Fi Sabilillah Netizen Indonesia Buat Tentara Israel Minta Maaf

Julid netizen Indonesia juga membuat sejumlah tentara Israel meminta maaf.

Julid fi sabilillah netizen Indonesia membuat sejumlah tentara Israel meminta maaf.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Julid fi sabilillah netizen Indonesia membuat sejumlah tentara Israel meminta maaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan dunia maya netizen Indonesia terhadap tentara Israel tidak bisa dianggap remeh. Julid fi sabilillah yang dilakukan dua minggu terakhir telah memberikan dampak signifikan.

Selain berhasil membuat sejumlah akun tentara Israel ditutup, private account atau membatasi komentar, julid netizen Indonesia juga membuat sejumlah tentara Israel meminta maaf.

Baca Juga

Akun @Greschinov yang menjadi pelopor dan komandan tempur di dunia maya memberikan daftar akun-akun media sosial tentara Israel yang akan dirujak netizen. Ia juga memberikan perkembangan beberapa akun yang sudah diserang netizen Indonesia seperti akun atau postingan tentara Israel yang 'berhasil' dilenyapkan.

Dengan masifnya serangan di dunia maya, ada pula tentara Israel yang tak tahan dan meminta maaf kepada netizen Indonesia.

"Saya minta semua warga Indonesia untuk berhenti menhujat dan memberikan kata-kata kasar ke akun resmi saya. Istri dan keluarga saya juga merasa tersinggung karena hal ini. Saya minta maaf untuk semua yang telah saya lakukan" kata akun @shai_golden

Netizen Indonesia merespons hal itu dengan menyebutkan permintaan maaf seharusnya ditujukan ke warga Palestina, bukan warga Indonesia.

Tentara Israel yang lain pun melakukan hal yang sama, yakni meminta netizen berhenti menerornya.

"Untuk semua netizen Indonesia dan negara lain, saya minta agar berhenti melakukan aksi kalian untuk meneror anak-anak dan keluarga saya. Saya berjanji untuk memberikan keadilan bagi warga Palestina. Sayabtelah menerima 7 ribu telepon, 15 ribu notifikasi dari semua media sosial, dan 200 ribu ujaran kebencian. 95 persennya dari Indonesia. Jadi, tolong berhenti meneror keluarga saya. Jika ini masih terjadi, saya tidak ragu untuk melaporkan ke Kemenentrian Pertahanan dan para petinggi di Israel"

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement