Senin 27 Nov 2023 19:30 WIB

Tentara Bayaran Amerika Ikut Berperang Lawan Hamas di Gaza

AS telah mengerahkan ribuan tentara ke Timur Tengah sejak serangan Hamas 7 Oktober.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Tentara bayaran Amerika Serikat diktahui ikut membantu Israel berperang di Gaza (ilusyrasi).
Foto: AP
Tentara bayaran Amerika Serikat diktahui ikut membantu Israel berperang di Gaza (ilusyrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Sebuah video klip dan foto yang menggambarkan adanya tentara bayaran Amerika Serikat (AS) dari Kelompok Pengamat Teritorial (Forward Observations Group/FOG) yang akan diterjunkan di Jalur Gaza beredar di media sosial X oleh @RassdNewsN pada Ahad (26/11/2023), yang dilaporkan bertempur bersama tentara Israel.

Klip video dan gambar yang dirilis secara daring itu, menjadi indikasi kuat hadirnya tentara bayaran Amerika dari Forward Observations Group (FOG) yang tampaknya terlibat dalam perang di Gaza. Dari foto terlihat tentara bayaran Amerika FOG memperlihatkan gambar-gambar yang tampaknya diambil di wilayah Palestina yang diduduki di Be'eri dan wilayah lainnya.

Baca Juga

Investigasi Aljazirah mendukung klaim bahwa tentara bayaran AS telah berada di medan pertempuran di Gaza. Di akun media sosial mereka, FOG telah memposting sejumlah gambar dan cerita yang menunjukkan mereka berada di Palestina di antara senjata dan mengenakan perlengkapan tempur.

Mengenakan bendera Amerika di seragam mereka, akun media sosial amatir tentara bayaran ini menyebutkan mereka ditempatkan di sepanjang perbatasan Gaza. Kelompok ini, yang menjadi terkenal karena perjalanannya ke garis depan perang Ukraina, juga mencap dirinya sebagai merek gaya hidup militer.

Pada saluran media sosial dan situs webnya, FOG telah mengiklankan perlengkapannya melalui video pelatihan. Pendiri FOG adalah tentara bayaran AS dan mantan penerjun payung AS, Derrick Bales, yang telah melakukan tur ke Ukraina dengan anggota organisasi lainnya untuk "menjalin hubungan dengan pejuang lokal di sana dan mengambil foto serta video dari konflik tersebut", demikian menurut wawancara dengan Foreign Policy.

Di media sosial, akun-akun lain mencatat keterlibatan Bales dalam perang Israel. Salah satu akun bernama War Noir, yang melabeli dirinya sebagai "Peneliti Senjata dan Konflik Paruh Waktu", mengunggah foto-foto FOB dengan beberapa karabin pola M4 Commando yang dikeluarkan oleh tentara Israel dan granat tangan M26A2 buatan Israel.

Namun, belum banyak yang diketahui apakah mereka secara langsung terlibat atau berkoordinasi dengan pasukan Israel dalam konflik apa pun. Cara ini mungkin dipakai AS, karena sebelumnya negara Paman Sam ini memastikan tidak akan melibatkan tentara AS dalam membantu pasukan Israel di Gaza.

Seperti yang disampaikan Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby. Di mana ia telah menyuarakan bahwa tidak ada niat Amerika Serikat untuk menempatkan pasukan militer di Gaza.

"Tidak ada rencana atau niat untuk menempatkan pasukan militer AS di Gaza, sekarang atau di masa depan," ujar Kirby awal bulan ini.

Namun, AS telah mengerahkan ribuan tentara ke Timur Tengah sejak serangan Hamas yang mengejutkan pada tanggal 7 Oktober lalu terhadap Israel, namun menolak untuk mengungkapkan pangkalan militer mereka atau bahkan negara yang menjadi tuan rumah penempatan tentara tersebut.

Ketika perdebatan mengenai sikap Amerika terhadap perang di Gaza meningkat, Gedung Putih terus mengecilkan keterlibatan negara ini dalam perang dengan menyatakan bahwa negara ini hanya memberikan nasihat militer, peralatan, dan dukungan diplomatik kepada Israel.

"Kami sama sekali tidak berniat atau memiliki rencana untuk mengirim pasukan tempur ke Israel atau Gaza, titik," kata Wakil Presiden Kamala Harris dalam sebuah wawancara bulan lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement