Selasa 05 Dec 2023 07:52 WIB

AS dan Sekutu Bentuk Gugus Tugas Keamanan Laut Lindungi Pelayaran di Laut Merah

Rudal yang ditembakkan kelompok Houthi menghantam tiga kapal komersial di Laut Merah.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies menunjukkan kapal Galaxy Leader berlabuh di lepas pantai As Salif, Yaman, pada Selasa, 28 November 2023. Kapal itu dibajak oleh pejuang Houthi p
Foto: AP Photo/Maxar Technologies
Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies menunjukkan kapal Galaxy Leader berlabuh di lepas pantai As Salif, Yaman, pada Selasa, 28 November 2023. Kapal itu dibajak oleh pejuang Houthi p

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih mengatakan pada Senin (4/12/2023) bahwa Amerika Serikat (AS) mungkin akan membentuk gugus tugas angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal komersial di Laut Merah. Rencana ini sehari setelah tiga kapal komersial dihantam rudal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi, yang didukung Iran di Yaman.

Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa AS telah melakukan pembicaraan aktif dengan para sekutunya, mengenai pembentukan pengawalan tersebut. Meskipun belum ada keputusan yang diambil, dan menggambarkannya sebagai respon yang "wajar" terhadap insiden semacam itu.

Baca Juga

Pada hari Ahad, rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman menghantam tiga kapal komersial. Sementara sebuah kapal perang AS menembak jatuh tiga pesawat tak berawak untuk membela diri selama serangan selama berjam-jam, kata militer AS. 

Hal ini menandai eskalasi dalam serangkaian serangan maritim di Timur Tengah yang terkait dengan perang Israel-Hamas. "Kami sedang melakukan pembicaraan dengan negara-negara lain mengenai gugus tugas maritim yang melibatkan kapal-kapal dari negara-negara mitra bersama dengan Amerika Serikat untuk memastikan pelayaran yang aman," kata Sullivan kepada para wartawan. 

Dia mencatat bahwa gugus tugas serupa digunakan untuk melindungi pelayaran komersial di tempat lain, termasuk di lepas pantai Somalia. Serangan Houthi membahayakan lalu lintas di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia dan perdagangan global secara keseluruhan. 

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan bahwa 8,8 juta barel minyak per hari dikirim melalui Laut Merah dan selat sempit Bab al-Mandab yang berada dalam jangkauan Houthi, menjadikannya salah satu titik paling penting dalam perdagangan dunia. Kapal-kapal tersebut membawa minyak dan gas alam dari Teluk ke Eropa, Amerika Serikat, dan Cina.

Laut Merah dan Bab al-Mandab juga merupakan bagian dari rute penting bagi pelayaran komersial secara keseluruhan, yang membawa jutaan ton produk pertanian dan barang-barang lainnya ke pasar setiap tahunnya.

Sullivan mengatakan bahwa meskipun Houthi memiliki "jari mereka di pelatuk," namun sponsor kelompok Iran pada akhirnya bertanggung jawab. "Senjata-senjata di sini dipasok oleh Iran," kata Sullivan. "Iran, kami yakin, adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas hal ini."

Sullivan mengatakan bahwa AS tidak percaya bahwa ketiga kapal yang diserang oleh Houthi memiliki hubungan dengan Israel, dengan mengatakan, "Ini menunjukkan tingkat kecerobohan yang dilakukan oleh Houthi."

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement