Rabu 06 Dec 2023 06:52 WIB

Sempat Dihapus, Google Kembali Aktifkan Aplikasi Boikot Israel

Google sempat menghapus aplikasi No Thanks dari Play Store.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Boikot produk Israel.
Foto: Reuters
Boikot produk Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Google telah mengaktifkan kembali aplikasi ponsel populer yang dirancang untuk membantu orang-orang memboikot perusahaan yang terkait dengan Israel. Pengaktifan ini berlangsung beberapa hari setelah aplikasi No Thanks dihapus dari Play Store.

Aplikasi No Thanks memungkinkan pengguna memindai barcode atau memasukkan nama produk untuk mengetahui apakah item tersebut tertaut ke Israel. Menurut pengembangnya, aplikasi tersebut dihapus karena kalimat dalam deskripsinya berbunyi: "Selamat datang di No Thanks, di sini Anda dapat melihat apakah produk di tangan Anda mendukung pembunuhan anak-anak di Palestina atau tidak."

Baca Juga

Pada 3 Desember, Google mengembalikan aplikasi tersebut ke Play Store dengan deskripsi baru yang berbunyi: "Aplikasi kami menyederhanakan proses pemindaian barcode dan mencari produk yang terdaftar dalam gerakan boikot."

Dilaporkan Middle East Eye, Senin (4/12/2023) aplikasi No Thanks diluncurkan pada 13 November. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 100.000 kali sebelum dihapus dari Play Store pada 30 November. Namun, sejak aplikasi tersebut diaktifkan kembali, pengguna melaporkan bahwa mereka tidak dapat menemukan aplikasi tersebut saat mereka menelusurinya di Play Store.

No Thanks telah menggunakan situs web Boycotzionism dan Ulastempat untuk menyusun daftar perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan Israel. Sebuah video yang beredar di media sosial menggambarkan seorang pelanggan memindai sekaleng Coca Cola saat menggunakan aplikasi tersebut. Setelah memindainya muncul keterangan yang menyatakan bahwa produk Coca Cola itu mendukung Israel.

Aplikasi No Thanks dikembangkan oleh Ahmed Bashbash, yang tinggal di Hongaria. Bashbash  menggambarkan dirinya sebagai warga Palestina dari Gaza.

Bashbash mengatakan kepada DW News bahwa dia kehilangan saudara laki-lakinya dalam pengeboman Israel. Pada 2020, saudara perempuannya meninggal karena kehilangan dukungan medis akibat kebijakan Israel.

“Saya membuat aplikasi ini atas nama saudara laki-laki dan perempuan saya yang hilang karena pendudukan brutal ini, dan tujuan saya adalah mencoba mencegah apa yang terjadi pada saya terjadi pada warga Palestina lainnya,” kata Bashbash kepada stasiun televisi Jerman.

Menurut No Thanks, versi yang dirancang untuk produk Apple telah dikembangkan. Versi tersebut saat ini sedang ditinjau.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement