Jumat 08 Dec 2023 16:35 WIB

Roket Ditembakkan ke Dekat Kedubes AS di Irak

Belum diketahui apakah sistem pertahanan udara kedutaan diaktifkan atau ada korban

Rep: Rizky Jaramaya / Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Roket telah ditembakkan ke kedutaan Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak
Foto: Centre for Operation of Space Ground-Based In
Roket telah ditembakkan ke kedutaan Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Roket telah ditembakkan ke kedutaan Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak. Ledakan terdengar pada Jumat (8/12/2023) pagi di sekitar Zona Hijau yang dijaga ketat di ibu kota Irak.

Pasukan dan instalasi AS di seluruh wilayah tersebut diserang ketika Washington terus mendukung pengeboman Israel di Gaza. Pejabat militer AS dan Irak yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa roket mendarat di pinggiran distrik yang menampung gedung pemerintahan dan diplomatik saat fajar.

Baca Juga

Sirene alarm yang menyerukan orang-orang untuk merunduk dan berlindung, telah diaktifkan.  Menurut video media sosial yang diverifikasi oleh unit verifikasi Aljazirah, Sanad, roket terlihat mendarat di dekat kedutaan AS. Dalam salah satu video, sirene terdengar di tengah serangkaian ledakan di dekat gedung, dan video lainnya menunjukkan area zona diplomatik Baghdad dengan ledakan terdengar di latar belakang.

Kedutaan Besar AS di Baghdad belum mengomentari laporan tersebut. Sejauh ini belum diketahui apakah sistem pertahanan udara kedutaan diaktifkan atau ada korban luka.

Kelompok-kelompok Irak yang mendukung Palestina telah menjanjikan pembalasan terhadap Israel dan sekutu dekatnya, Amerika Serikat, atas perang mematikan di Gaza. Menurut Pentagon, sejak perang Gaza meletus pada 7 Oktober, pasukan AS yang dikerahkan di Irak dan Suriah telah diserang setidaknya 66 kali, sehingga menyebabkan lebih dari 60 personel terluka.  Namun, hingga saat ini, misi diplomatik masih terselamatkan.

AS kadang-kadang membalas serangan-serangan ini dan menuduh Iran secara aktif memfasilitasi serangan roket dan drone oleh kelompok-kelompok proksi yang didukung Iran terhadap pasukannya. Pada November, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menegaskan, Washington tidak mencari konflik dan tidak memiliki niat atau keinginan untuk terlibat dalam permusuhan lebih lanjut.

Austin menambahkan, serangan yang didukung Iran terhadap pasukan AS tidak dapat diterima dan harus dihentikan. Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan, Teheran tidak memberikan perintah kepada kelompok perlawanan di seluruh kawasan. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kedutaan AS pada Jumat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement