Selasa 12 Dec 2023 08:21 WIB

Aljazirah: Israel Incar Rumah Jurnalis di Jalur Gaza

Serangan terjadi setelah adanya ancaman terhadap al-Sharif sejak bulan November

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Jaringan stasiun televisi Aljazirah mengatakan tentara Israel sengaja mengincar rumah milik salah satu jurnalisnya, Anas al-Sharif.
Foto: AP Photo/Ohad Zwigenberg
Jaringan stasiun televisi Aljazirah mengatakan tentara Israel sengaja mengincar rumah milik salah satu jurnalisnya, Anas al-Sharif.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Jaringan stasiun televisi Aljazirah mengatakan tentara Israel sengaja mengincar rumah milik salah satu jurnalisnya, Anas al-Sharif. Serangan ke rumah di Jalur Gaza itu menewaskan ayah al-Sharif.

Aljazirah mengatakan serangan tersebut terjadi setelah adanya ancaman terhadap al-Sharif sejak bulan November.

Baca Juga

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk menghentikan pembantaian tentara penjajah terhadap jurnalis dan warga sipil di Gaza," kata jaringan stasiun televisi yang berbasis di Qatar tersebut, Selasa (12/12/2023).

Aljazirah melaporkan al-Sharif mengatakan ayahnya, Jamal yang berusia 65 tahun, meninggal dunia setelah rumahnya di kamp pengungsian Jabalia dihantam bom.

"Aljazirah menyampaikan belasungkawa terdalam kepada kolega kami, Anas, dan keluarganya. Aljazirah mendesak masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera melakukan intervensi dan menghentikan penargetan brutal pasukan pendudukan Israel terhadap jurnalis dan warga sipil di Jalur Gaza," kata Aljazirah dalam pernyataan yang dirilis di situsnya.

Al-Sharif merupakan jurnalis Aljazirah keempat yang kehilangan anggota keluarganya sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza pada 7 Oktober lalu sebagai tanggapan atas serangan Hamas ke Israel.

Al-Sharif mengatakan anggota keluarganya yang lain telah dievakuasi ke sekolah Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), tetapi Jamal tidak dapat mengungsi karena alasan kesehatan. Al-Sharif mengatakan ia akan terus bekerja dan meliput serangan Israel ke Gaza.

"Kami menguburkan jenazah ayah saya di sekolah-sekolah yang menjadi tempat pengungsian di sini karena kami tidak dapat pindah atau meninggalkan daerah ini sekarang. Saya akan terus meliput peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi," kata al-Sharif.

"Namun, terlepas dari semua ini, dan terlepas dari penargetan rumah saya dan pembunuhan ayah saya, saya akan terus meliput dari kamp pengungsian Jabalia dan dari Gaza utara," katanya menambahkan.

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement