Kamis 04 Jan 2024 15:28 WIB

Pejabat AS Mengundurkan Diri atas Tanggapan AS pada Perang Gaza

Biden diperkirakan akan kehilangan banyak suara atas isu ini.

Rep: Lintar Satria/ Red: Setyanavidita livicansera
Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Foto: EPA-EFE/BONNIE CASH
Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pejabat Departemen Pendidikan Amerika Serikat (AS) mengundurkan diri karena tanggapan pemerintah Presiden Joe Biden dalam perang Gaza. Asisten Khusus Kantor Perencanaan, Evaluasi dan Pengembangan Kebijakan Departemen Pendidikan AS Tariq Habash, mundur dari kementerian yang dipimpin Miguel Cardona. 

Selain itu 17 staf kampanye Biden mengeluarkan surat anonim yang memperingatkan Biden dapat kehilangan banyak suara atas isu ini. "Saya tidak bisa tetap diam sementara pemerintah menutup mata pada kejahatan yang dilakukan pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina yang tak bersalah yang menurut para pakar hak asasi manusia mengarah pada genosida," kata Habash pada surat pada Cardona, Rabu (3/1/2024) 

Baca Juga

Habash merupakan keturunan Palestina-Amerika dan pakar utang mahasiswa atau pendidikan tinggi. Ia ditunjuk di awal pemerintah Biden yang ingin mengatasi permasalahan utang mahasiswa.

Dalam surat terbuka yang diunggah di situs Medium, 17 staf kampanye Biden meminta pemerintah mendesak gencatan senjata. "Staf Biden untuk Presiden melihat banyak sukarelawan yang keluar dan banyak pemilih yang memilih biru (Partai Demokrat) selama puluhan tahun belum menentukan pilihan untuk pertama kalinya karena konflik ini," kata para staf kampanye Biden dalam surat terbuka itu. 

Tim kampanye Biden belum memberikan komentar mengenai surat tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan AS tidak melihat adanya tindakan genosida di Gaza.

Pernyataannya tersebut merupakan tanggapan atas proses yang diluncurkan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional atas operasi militer Israel di Gaza. Israel juga membantah klaim genosida di Gaza. mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Josh Paul, mengundurkan diri dari pemerintahan Biden pada bulan Oktober lalu sebagai protes atas apa yang disebutnya sebagai "dukungan buta" pemerintah AS terhadap Israel.

Pada bulan November, lebih dari 1.000 pejabat di Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), yang merupakan bagian dari Departemen Luar Negeri AS, menandatangani surat terbuka yang mendesak pemerintahan Biden untuk menyerukan gencatan senjata segera.

Pada November lalu setelah setidaknya tiga saluran yang mengkritik kebijakan pemerintah diajukan ke "saluran perbedaan pendapat" internal Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah surat terbuka Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengakui adanya perbedaan pendapat di kementerian. Kemudian pada Desember, beberapa staf di pemerintahan Biden mengadakan aksi protes di dekat Gedung Putih untuk menuntut gencatan senjata di Gaza. 

sumber : reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement