Selasa 06 Feb 2024 14:04 WIB

Netanyahu Cari Alternatif UNRWA untuk Kirim Bantuan ke Gaza

Israel menuduh karyawan UNRWA terlibat dalam serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober.

Rep: Lintar Satria / Red: Gita Amanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pejabat militer untuk mengajukan alternatif dari badan bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) untuk mengirim bantuan ke Gaza. Israel menuduh karyawan UNRWA terlibat dalam serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober lalu.

Dikutip dari Aljazirah, pada Selasa (6/2/2024) Israeli Public Broadcasting Corporation mengutip seorang pejabat senior yang mengatakan Netanyahu meminta Kepala Staf Gabungan Mayor Jenderal Herzi Halevi dan pejabat militer lainnya untuk menyerahkan proposal pada akhir pekan ini.

Baca Juga

Pemerintah negara-negara Barat menangguhkan sumbangan ke UNRWA setelah Israel menuduh 12 dari ribuan pegawai UNRWA terlibat dalam serangan 7 Oktober. Aktivis hak asasi manusia dan PBB memperingatkan menghentikan pendanaan pada lembaga bantuan itu dapat memperburuk krisis kemanusiaan yang dialami pengungsi Palestina di Gaza dan seluruh kawasan.  

Hingga saat ini upaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza masih mengalami banyak kendala. Beberapa negara melakukan inovasi. Menteri Luar Negeri Belanda Geoffrey van Leeuwen membagikan video yang memperlihatkan bantuan kemanusiaan dan medis untuk Gaza dijatuhkan dari pesawat.

Bantuan ini bagian dari misi gabungan antara Belanda dan Yordania. Ini kedua kalinya dua negara itu mengirimkan bantuan dari udara pekan ini untuk Rumah Sakit Lapangan Yordania di Gaza. "Sementara, kami melanjutkan upaya untuk terus mengirimkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza," kata van Leeuwen.

Situasi di Gaza kian memburuk, Badan kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan terdapat laporan "sangat mengerikan" yang menyatakan warga Gaza "bersentuhan langsung dengan banjir yang terkontaminasi limbah di jalan-jalan." Dalam laporan perkembangan terbaru mengenai situasi di Gaza, OCHA mengatakan pompa air di Gaza "saat ini tercemar, menimbulkan potensi krisis kebersihan di sekitar pompa".

Di media sosial wartawan Palestina, Amr Tabash, membagikan sebuah video yang menunjukkan genangan air limbah yang keruh di antara tenda-tenda di sebuah kamp pengungsi di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Jake Morland dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan ia belum pernah melihat "penderitaan yang sangat parah" seperti yang ia saksikan di Kota Gaza. Dalam sebuah wawancara video, Morland menceritakan misinya ke Kota Gaza pada bulan Desember lalu untuk mengevakuasi 12 pasien yang terluka kritis dari Rumah Sakit Ahli Arab.

"Ketika kami memasuki rumah sakit, kami melihat gerobak yang dikendarai anak-anak berusia lima atau enam tahun, gerobak keledai, didorong ke kompleks rumah sakit dengan orang tua mereka yang sekarat di belakangnya," kata Morland dalam video yang dirilis di media sosial PBB. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement