Sabtu 24 Feb 2024 15:59 WIB

Spanyol Pastikan Hentikan Penjualan Senjata pada Israel

Tidak ada izin penjualan senjata baru yang diberikan kepada Israel setelah 7 Oktober.

Seorang warga Palestina melihat kehancuran setelah serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Rafah, Jalur Gaza, Rabu, (21/2/2024).
Foto: AP Photo/Hatem Ali
Seorang warga Palestina melihat kehancuran setelah serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Rafah, Jalur Gaza, Rabu, (21/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Jumat (23/2/2024) mengatakan negaranya tidak akan menjual senjata kepada Israel "selama situasi saat ini masih berlangsung". Albares, dalam konferensi pers di kantor pusat PBB di New York, mengatakan tidak ada izin penjualan senjata baru yang diberikan kepada Israel setelah 7 Oktober 2023.

Selain itu Albares mengatakan Spanyol akan menyediakan 3,7 juta dolar AS (sekitar Rp57,7 milyar) untuk membiayai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Baca Juga

Dia juga mengemukakan bahwa Spanyol berupaya agar jumlah tersebut dapat dinaikkan dalam waktu dekat. Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023. Perang Israel yang terjadi, kemudian menewaskan lebih dari 29.500 orang dan menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

Serangan Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

 

sumber : Antara, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement