Rabu 06 Mar 2024 21:25 WIB

Protes Kuota Sekolah Kedokteran, Sejumlah Profesor Korsel Pilih Mundur

Dekan, wakil dekan, hingga kepala departemen sekolah kedokteran mengundurkan diri.

Seorang dokter yang melakukan unjuk rasa dokter (kanan) memegang poster saat melakukan protes terhadap kebijakan pemerintah, di depan Seoul National University Hospital di Seoul, Korea Selatan, 26 Agustus 2020. Dokter magang yang mengikuti mogok massal terkini terancam tindakan hukuman, seperti penangguhan lisensi medis.
Foto: EPA-EFE/JEON HEON-KYUN
Seorang dokter yang melakukan unjuk rasa dokter (kanan) memegang poster saat melakukan protes terhadap kebijakan pemerintah, di depan Seoul National University Hospital di Seoul, Korea Selatan, 26 Agustus 2020. Dokter magang yang mengikuti mogok massal terkini terancam tindakan hukuman, seperti penangguhan lisensi medis.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Sejumlah profesor di Universitas Nasional Gyeongsang di selatan kota Jinju, Korea Selatan, memilih untuk mundur dari posisi administratif. Mereka melakukannya sebagai bentuk protes atas permintaan universitas untuk meningkatkan kuota penerimaan sekolah kedokterannya.

Awal pekan ini, Universitas Nasional Gyeongsang mengajukan penambahan kursi sekolah kedokteran menjadi 200 dari 76 kursi saat ini. Penambahan kursi dilakukan berdasarkan survei pemerintah mengenai berapa banyak slot yang diinginkan setiap universitas sebelum mengalokasikan 2.000 kuota kursi yang pemerintah putuskan untuk ditambah.

Baca Juga

"Para profesor sekolah kedokteran telah menyampaikan keberatan mereka terhadap kenaikan kuota mahasiswa baru dalam pertemuan dengan rektor universitas, namun pendapat mereka tidak diterima," kata seorang pejabat sekolah kedokteran.

Ke-12 profesor tersebut mengajukan pengunduran diri dari jabatan administratif sebagai protes atas keputusan universitas tersebut. Mereka yang memilih meletakkan jabatannya ialah dekan, wakil dekan, hingga kepala departemen.

Dua profesor lainnya turut mengajukan pengunduran diri sebagai profesor. Kabarnya, itu dilakukan juga sebagai protes atas keputusan pemerintah menambah kuota fakultas kedokteran.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement