Rabu 03 Apr 2024 05:01 WIB

Menyulap Istana Versailles Jadi Arena Olimpiade

Selama Olimpiade, area ini akan menjadi jantung venue.

Wisatawan berjalan di dekat patung yang tertutup salju di Chateau de Versailles, Paris, Selasa (9/1/2024). Cuaca dingin ekstrem terjadi di Prancis, di mana suhu turun di bawah nol derajat Celsius (32 derajat Fahrenheit). Salju juga tampak menutupi sejumlah wilayah di Paris, Prancis.
Foto: AP Photo/Christophe Ena
Wisatawan berjalan di dekat patung yang tertutup salju di Chateau de Versailles, Paris, Selasa (9/1/2024). Cuaca dingin ekstrem terjadi di Prancis, di mana suhu turun di bawah nol derajat Celsius (32 derajat Fahrenheit). Salju juga tampak menutupi sejumlah wilayah di Paris, Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Chateau de Versailles atau Istana Versailles adalah bangunan megah nan ikonik yang akan menjadi saksi Olimpiade Paris 2024. Istana Versailles akan menjadi tuan rumah cabang olahraga berkuda, termasuk nomor dressage, jumping, dan eventing, serta pancalomba modern, yang terdiri dari lari, lompat, lembing, cakram, dan gulat, yang berlangsung mulai 27 Juli hingga 11 Agustus 2024.

Komplek bangunan bersejarah tersebut juga akan menjadi tempat berlangsungnya ajang paraberkuda pada 3-7 September 2024. "Saya pikir Versailles akan menjadi sebuah pertunjukan yang menggabungkan budaya, warisan, keramahtamahan, dan gaya Prancis," kata kepala cluster Ile-de-France Olimpiade Paris 2024, Anne Murac, dalam laman Olimpiade Paris 2024 pada Selasa, (2/4/2024). 

Baca Juga

"Kami berharap penonton akan mendapatkan pengalaman yang akan membantu mereka memahami dan menemukan DNA Prancis". Arena Olimpiade itu tercatat sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 1979, sebuah situs seluas delapan kilometer persegi.

Kawasan Versailles adalah surga bagi alam, dengan taman-taman besar, taman hutan, dan lebih dari 350 ribu pohon. Kawasan itu adalah bagian utama dari warisan Prancis. Hal itu berarti mereka yang bekerja membangun arena Olimpiade harus mematuhi sejumlah aturan untuk menjamin perlindungan terhadap lokasi, baik dari segi arsitektural, maupun lingkungan.

"Sebelum kami melakukan apa pun, karena kami berada di situs yang dilindungi, kami harus mematuhi studi dan instruksi wajib, karena kami tidak bisa melakukan apa pun di situs bersejarah ini," ujar Murac. "Jadi kami mengikuti semua tahapan wajib, khususnya arsitektur, dan arkeologi, untuk memastikan tidak ada hal luar biasa di bawah kaki kami yang dapat kami rusak."

Pengerjaan arena Olimpiade di situs warisan dunia itu mulai dilakukan awal 2022. Arena ini merupakan fasilitas sementara, yang akan dibongkar pada akhir Olimpiade dan Paralimpiade, sehingga dapat dikembalikan ke kondisi asalnya.

Infrastruktur sementara meliputi arena dengan tribun penonton di lokasi Royal Star, serta rintangan dan jalur lintas alam di tepian Grand Canal. Meskipun cuaca musim dingin kali ini berubah-ubah, yang menunda kemajuan pengerjaan arena untuk sementara waktu, pembangunan lokasi Olimpiade akan selesai pada 1 Juli 2024. "Kami sesuai jadwal untuk menyelesaikan lokasi tepat waktu," kata Murac.

Di ujung perkebunan, menghadap Grand Canal dan dengan latar belakang Istana Versailles, akan ada tiga tribun yang dibangun secara bertahap, dan sudah mulai terbentuk di situs Etoile Royale. Di sinilah akan diadakan pertunjukan jumping, dressage, eventing dan pancalomba modern.

Lebih dari 250 kuda, 200 joki dan 144 atlet pancalomba modern (72 putri dan 72 putra) akan bertanding di lapangan tersebut, dengan kapasitas 16.300 penonton. "Pertama-tama kami harus bekerja keras di lapangan, karena tidak datar dan kuda harus bisa melompat di arena yang datar," Murac menjelaskan.

"Kami melakukan banyak pekerjaan untuk meratakan tanah sehingga kami dapat memasang sistem drainase karena arena ini akan menampung air hujan dan meregenerasi dirinya sendiri." "Bangku penonton harus menyatu sempurna dengan lanskap tanpa terlihat terlalu jelek," lanjut pengelola lokasi Paris 2024 itu.

Mengembalikan sorotan ke bagian terpencil kawasan Versailles juga mencerminkan sejarah. Etoile Royale dirancang oleh Andre Le Notre pada era Louis XIV, dan desain inilah yang menginspirasi Place de l'Etoile yang terkenal di dunia di jantung kota Paris, yang berdiri sejajar dengan Arc de Triomphe. Ukurannya persis sama dengan Place de Versailles.

Di tengah-tengah antara Etoile Royale dan Istana Versailles, ada Menagerie atau kebun, yang juga masih dalam tahap pembangunan. Di sinilah nomor eventing akan berlangsung. Pada hari H acara, 28 Juli 2924, diharapkan 40 ribu penonton berada di sepanjang lintasan 5,3 kilo meter. Di area tersebut, kuda-kuda akan menyeberangi air mancur yang berisi air.

Air mancur yang ada akan diubah menjadi aliran sungai, yang artinya kuda-kuda akan melompat ke dalamnya, melewati rintangan yang ada di sana, lalu melanjutkan perjalanannya. "Ini akan menjadi luar biasa dan spektakuler," kata Murac dengan gembira.

Selain aspek olahraga, pembangunan kembali area tersebut, termasuk secara umum menjadi tuan rumah Olimpiade akan memungkinkan Istana Versailles memperbarui dirinya. "Istana Versailles juga memanfaatkan Olimpiade ini untuk mempercepat renovasi area tertentu, seperti Menagerie (kebun). Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk merenovasi gerbang Royal Star," ujar manajer acara situs Istana Versailles untuk Paris 2024, Lorick Joseph.

"Kami memberikan kehidupan baru pada bagian kebun ini, yang lebih jarang dikunjungi dibandingkan taman atau bagian awal taman, itulah warisannya." Terakhir, hanya beberapa meter dari Menagerie (kebun) adalah bagian terakhir dari kawasan yang direnovasi. Jalan masuk yang panjang dengan deretan pepohonan sedang dipersiapkan untuk area pelatihan.

Kuda-kuda akan dapat berkuda di tempat teduh, terlindungi dengan baik oleh pepohonan, untuk mempersiapkan kompetisi. "Selama Olimpiade, area ini akan menjadi jantung venue, dengan seluruh fasilitas olah raganya," jelas Joseph.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement