Senin 27 May 2024 21:52 WIB

Geram dengan Pengeboman Rafah, Tentara Mesir Baku Tembak dengan IDF

Seorang tentara Mesir dilaporkan gugur dalam baku tembak tersebut.

Ambulans melintasi perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza, Rabu, 3 April 2024.
Foto: AP Photo/Ahmed Abudraa
Ambulans melintasi perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza, Rabu, 3 April 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Seorang tentara Mesir gugur dalam baku tembak dengan pasukan Israel di penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza pada Senin. Ini menandai konfrontasi perdana antara pasukan penjajahan dan militer Mesir yang selama ini terikat perjanjian damai dengan Israel.

Siaran publik Israel Kan mengatakan tidak ada tentara Israel yang terluka dalam insiden yang menyebabkan satu warga Mesir tewas dan lainnya terluka. "Beberapa jam yang lalu terjadi insiden penembakan di perbatasan Mesir, [insiden] tersebut sedang diselidiki, dialog sedang berlangsung dengan pihak Mesir," tulis media tersebut.

Baca Juga

Militer Mesir mengonfirmasi satu orang gugur dan mengatakan pihaknya sedang menyelidiki penembakan tersebut. Daily News Egypt, sebuah surat kabar independen Mesir berbahasa Inggris, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan tentara Mesir terlibat baku tembak dengan Israel karena geram dengan pembantaian di Rafah yang dilakukan Israel pada Ahad kemarin. Pemboman brutal Israel di kamp Tal as-Sultan itu menyebabkan terbunuhnya 45 warga Palestina.

Kementerian Luar Negeri Mesir sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang menyatakan Israel melakukan “pengeboman” yang disengaja terhadap pusat pengungsi. Mesir menyerukan agar “menerapkan langkah-langkah yang diperintahkan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai penghentian segera operasi militer” di Rafah.

 

Perlintasan perbatasan Rafah direbut oleh pasukan Israel awal bulan ini ketika militer memperluas invasi daratnya ke Gaza hingga ke Kota Rafah di selatan. Pendudukan penyeberangan tersebut meningkatkan ketegangan antara Mesir dan Israel, mengancam perdamaian selama 45 tahun antara kedua negara, yang sebelumnya telah berperang empat kali. 

Pengambilalihan penyeberangan oleh Israel membuat marah Mesir, yang biasanya bekerja sama erat dalam masalah keamanan dengan Israel. Sumber militer Mesir sebelumnya mengatakan kepada Middle East Eye bahwa “tidak ada koordinasi operasional” antara Mesir dan Israel sebelum penyeberangan itu direbut. 

Sepekan setelah Israel menyerbu penyeberangan tersebut, Mesir mengerahkan pengangkut personel lapis baja tambahan dan tentara ke perbatasannya dengan Gaza di timur laut Sinai, menurut Yayasan Hak Asasi Manusia Sinai. Kairo juga menolak membuka perbatasan dari sisi Mesir sampai militer Israel menarik diri, dengan mengatakan bahwa pengoperasian perbatasan tersebut semata-mata merupakan urusan Mesir-Palestina.

Siapa memulai tembakan... baca halaman selajutnya

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement