Kamis 27 Aug 2015 20:57 WIB

AS Tolak Komentari Soal Desakan Abbott Serang Suriah

Red:
Tony Abbott
Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte
Tony Abbott

REPUBLIKA.CO.ID, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) tidak mengiyakan ataupun membantah terkait laporan bahwa Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mendesak Washington untuk membantu serangan udara ke Suriah.

Salah satu kelompok media di Australia, Fairfax Media melaporkan, dengan mengutip seorang sumber pejabat senior, kantor PM Abbott lah yang mendesak serangan tersebut dan bukan dari AS.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby menolak memberikan keterangan mengenai laporan tersebut. "Ini adalah pembicaraan diplomatik yang diadakan di antara para anggota koalisi, dan saya tidak akan memberikan rincian mengenai hal tersebut." katanya kepada ABC.

"Seperti yang sudah sering dikatakan ada dua hal. Ini adalah koalisi sukarela, dan setiap negara harus memberikan kontribusi pada hal yang mereka ingin lakukan dan rakyat di negara itu bersedia membantu. Ini adalah keputusan dari negara yang bersangkutan," katanya.

"Dan yang kedua, Australia adalah anggota koalisi dan kami berterima kasih atas kontribusi yang diberikan," katanya menegaskan.

Dalam kunjungannya ke kawasan masyarakat aborigin terpencil di Northern Territory, PM Abbott mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan apakah akan mengirim pesawat tempur ke Suriah.

Australia sudah menjadi bagian dari koalisi yang melakukan penyerangan terhadap kawasan yang dikuasai ISIS di Irak. "Saya mendapat permintaan dari Presiden Obama beberapa minggu lalu untuk mempertimbangkan serangan ke Suriah." kata Abbott.

"Setelah itu, saya meminta pejabat militer untuk berbicara dengan Pentagon (Departemen Pertahanan AS), dan setelah adanya pembicaraan tersebut, permintaan resmi akan keterlibatan Australia datang," katanya.

"Kami sedang mempertimbangkan hal tersebut dan akan membuat keputusan dalam satu dua minggu mendatang," katanya lagi.

Salah seorang menteri utama dalam kabinet Australia, Bendahara Negara Joe Hockey hari Rabu pagi mengatakan bahwa AS-lah yang mendekati Australia.

"Perdana Menteri diminta oleh presiden Amerika Serikat lewat jalur resmi. Tentu saja mereka sudah mengadakan diskusi mengenai masalah ini sebelumnhya, namun hal paling mendasar di sini adalah AS meminta kepada kita, dan kami sedang mempertimbangkan permintaan tersebut." katanya kepada ABC News Breakfast.

Sementara itu juru bicara Partai Oposisi, Partai Buruh Mark Butler mengatakan partainya juga sedang mempertimbangkan permintaan tersebut.

"Penting sekali kami sebagai pemerintahan alternatif, untuk bersikap bipartisan mengenai masalah ini. Namun juga penting kami bertindak setelah mendapatkan informasi dan penjelasan resmi dari pemerintah."

"Jadi saya menyerahkan hal ini kepada Bill Shorten (Ketua) dan Tanya Pilbersek (Wakil Ketua) untuk membicarakan hal ini setelah mereka mendapatkan penjelasan dari pemerintah," katanya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement