Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Tak Sepakat dengan Trump, Dubes AS untuk Panama Mundur

Sabtu 13 Januari 2018 07:05 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: Bloomberg

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Panama John Feeley telah mengundurkan diri. Dia menyampaikan kepada Departemen Luar Negeri AS bahwa ia tidak lagi merasa bisa melayani Presiden Donald Trump. 

Feeley adalah seorang diplomat karier dan merupakan mantan pilot helikopter Korps Marinir. 

"Sebagai seorang staf dinas luar negeri junior, saya (waktu itu, red) menandatangani sumpah untuk dengan setia melayani presiden dan pemerintahannya tanpa berpolitik, bahkan ketika saya mungkin tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan tertentu," kata Feeley, menurut petikan surat pengunduran dirinya yang dibacakan untuk Reuters pada Jumat. 

"Instruktur-instruktur saya telah menjelaskan bahwa kalau saya yakin saya tidak bisa menjalankan (komitmen, red) itu, menjadi kehormatan bagi saya untuk mengundurkan diri. (Sekarang, red) sudah saatnya."

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS membenarkan bahwa Dubes Feeley sudah mundur. 

Jubir itu mengatakan bahwa Feeley "telah memberi tahu Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, dan Pemerintah Panama soal keputusannya untuk mengundurkan diri karena alasan pribadi, terhitung tanggal 9 Maret tahun ini."

Under Secretary of State Steve Goldstein mengatakan pemunduran diri Feely tidak ada hubungannya dengan dugaan penggunaan kata kasar oleh Trump. 

Presiden AS itu dalam suatu pertemuan pada Kamis diduga mengeluarkan kata "sh*thole" dalam menyebut Haiti dan negara-negara Afrika. Trump sendiri membantah mengeluarkan kata tersebut. 

Ketika berbicara kepada para wartawan, Goldstein mengatakan ia sudah mengetahui rencana pengunduran diri Feely 24 jam sebelumnya, sebelum Trump diduga mengeluarkan perkataan itu. 

Goldstein mengatakan bahwa, menurut pemahamannya, duta besar untuk Panama tersebut mengundurkan diri karena "alasan pribadi."

"Semua orang punya batas yang tidak akan mereka langgar," kata Goldstein kepada para wartawan di Departemen Luar Negeri. 

"Jika sang duta besar merasa sudah tidak bisa lagi menjalankan tugasnya ... beliau sudah membuat keputusan yang tepat dan kami menghormati itu."

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES