Jumat 27 Oct 2017 08:41 WIB

CIA Sebut Sukarno dalam Dokumen Pembunuhan John F Kennedy

Rep: Marniati/ Red: Ani Nursalikah
Presiden AS John F Kennedy dan ibu negara Jacqueline Bouvier Kennedy tiba di Love Field, Dallas, Texas, kurang dari satu jam sebelum Kennedy ditembak mati pada 22 November 1963.
Foto: Reuters
Presiden AS John F Kennedy dan ibu negara Jacqueline Bouvier Kennedy tiba di Love Field, Dallas, Texas, kurang dari satu jam sebelum Kennedy ditembak mati pada 22 November 1963.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump memerintahkan 3.000 dokumen rahasia pembunuhan presiden AS terdahulu John F Kennedy pada 22 November 1963 diungkap ke publik. Saat ini Arsip Nasional telah merilis 2.891 file rahasia yang terkait dengan pembunuhan JFK. File tersebut dapat dilihat melalui situs www.archives.gov.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (27/10), dokumen-dokumen tersebut juga berisi mengenai komunisme, hak-hak sipil dan Vietnam. Setidaknya satu dokumen, yang berisikan sebuah ringkasan fakta 1975 menyebutkan berbagai upaya badan intelijen AS, CIA untuk membunuh pemimpin asing, yang merupakan bagian dari penyelidikan apakah pembunuhan JFK direncanakan oleh Kuba atau Uni Soviet (USSR).

 

Nama Fidel Castro berada di depan dan di tengah arsip. Dokumen tersebut mengatakan CIA mencoba mempertimbangkan untuk bekerja dengan sumber mafia di antara cara-cara lain.

3.000 Dokumen Rahasia Pembunuhan John F Kennedy Diungkap

"Komisi telah menetapkan agen CIA terlibat dalam perencanaan di negara ini dengan warga negara tertentu dan pihak lainnya untuk berusaha membunuh Perdana Menteri (Kuba) (Fidel) Castro. Komisi juga telah menetapkan CIA terlibat dalam pengiriman senjata dari negara ini kepada orang-orang di Republik Dominika, yang berusaha membunuh Jenderal Hellimo Trujillo (yang terlibat dalam upaya membunuh presiden Venezuela).

Komisi tersebut belum menemukan bukti adanya upaya lain membunuh pemimpin asing lainnya yang memiliki aktivitas nyata di Amerika Serikat. Namun, sifat aktivitas dan tingkat kerahasiaan dan kompartemen di dalam CIA yang sedemikian rupa sehingga sulit menemukan bukti semacam ini kecuali fakta spesifik dibawa ke badan investigasi," demikian bunyi dokumen itu.

 

Menurut dokumen tersebut, CIA juga mempertimbangkan membunuh pemimpin Kongo Patrice Lumumba dan presiden Indonesia Sukarno. Banyak dokumen berkaitan dengan upaya anti-Kuba oleh pemerintah AS pada 1960-an dan 1970-an, termasuk "Operasi Mongoose".

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement