Selasa, 7 Ramadhan 1439 / 22 Mei 2018

Selasa, 7 Ramadhan 1439 / 22 Mei 2018

Kuda Laut Huni Sungai Thames

Sabtu 11 November 2017 08:05 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sungai Thames di London.

Sungai Thames di London.

Foto: EPA/FACUNDO ARRIZABALAGA

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON-- Penghuni terbaru London telah ditemukan tinggal di Sungai Thames, yang terkenal, kata beberapa ahli biologi pekan ini.

Para ilmuwan dari lembaga amal pelestarian alam dari Kebun Binatang London, ZSL, melaporkan bukti baru mengenai kuda laut yang hidup di saluran air terkenal di London tersebut.

Mereka mengatakan terlihatnya hewan keenam dalam waktu dua bulan belakangan saja --sedangkan sebelumnya rata-rata mereka hanya melihat satu atau dua kuda laut saja-- mempertegas pentingnya Sungai Thames dan muaranya sebagai surga buat margasatwa.

Terlihatnya kuda laut (Hippocampus hippocampus), yang bermoncong pendek, baru-baru ini dilaporkan oleh satu tim survei ekologi yang bekerja di Greenwich.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab terjadinya peningkatan kuda laut yang terlihat, kata ZSL.

Annan Cucknell, Manager Pelestarian Tanah Basah dan Muara, mengatakan, "Kami benar-benar gembira menemukan lebih banyak bukti yang menunjukkan kuda laut menjadi penghuni Sungai Thames. Kegiatan penelitian terbatas setakat ini sekarang dua spesies khusus sekarang menjadikan muara London sebagai rumah: kuda laut bermoncong pendek dan kuda laut berduri (Hippocampus Guttulatus)."

"Kedua spesies tersebut cenderung memilih perairan pantai cetek dan muara, jadi kami tak terlalu terkejut untuk mereka di sini. Tapi kenyataan bahwa kedua spesies itu secara khas memiliki jarak jelajah di dekat rumah mereka dan tak cenderung melakukan perjalanan jauh memberi alasan untuk percaya bahwa kuda laut yang telah kami temukan baru-baru ini adalah penghuni tetap dan bukan pelancong sekali-sekali."

Terlihatnya kuda laut adalah petunjuk paling akhir mengenai keragaman hayati dan pentingnya Sungai Thames buat sejumlah spesies: mulai dari hewan kecil yang tak bertulang belakang seperti udang dan lava serangga; sampai lebih dari 125 spesies ikan, termasuk belut Eropa --yang sangat terancam punah.

"Ada juga penghuni lain, termasuk anjing laut harbor dan anjing laut abu-abu, sehingga menyoroti betapa sedikit yang kita ketahui mengenai banyak spesies yang menjadi penghuni muara, yang melewati ibu kota negeri ini," kata ZSL, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

ZSL adalah pendiri-bersama satu gagasan, Project Seahorse, yang didirikan untuk mempelajari berbagai spesies secara lebih banyak.

Pendiri-bersama Project Seahorse dan Kepala Program Pelestarian Air Tawar dan Air Laut ZSL Dr. Heather Koldewey mengatakan, "Keterlibatan kami sebagai pendiri-bersama Proyect Seahorse membuat ZSL sebagai pusat keahlian global mengenai spesies kharismatik ini, jadi kami benar-benar bergairah karena menemukan makin banyak hewan tersebut tepat di depan pintu kami di London."

Proyek itu adalah kerja sama antara ZSL dan University of British Columbia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Dukungan Dana untuk Asian Games 2018

Selasa , 22 Mei 2018, 20:14 WIB