Sabtu 19 Jul 2014 01:30 WIB

Gaza Krisis Layanan Medis (1)

Rep: c64/c66/ Red: Damanhuri Zuhri
Warga Gaza
Foto: Reuters
Warga Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hannan Putra

Pasien rehabilitasi di sebuah rumah sakit termasuk dalam daftar warga yang diminta mengungsi.

GAZA CITY -- Warga Jalur Gaza, Palestina, kini mengalami krisis layanan medis setelah dibombardir militer Israel selama sembilan hari terakhir.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (United Nation Relief and Work Agency/UNRWA) pun memproklamasikan status darurat medis di seluruh lima wilayah yang ada di Jalur Gaza.

“Prioritas penanganan yang didahulukan saat ini adalah menyediakan asistensi kepada para pengungsi di lokasi penampungan. Kini dibutuhkan bantuan yang terus-menerus yang diperkirakan akan meningkat seiring operasi militer Israel di Gaza yang tidak berhenti,” tulis UNRWA dalam pernyataan resminya, Rabu (16/7).

Pejabat UNRWA di Gaza Robert Turner melaporkan, hampir 18 ribu wanita, laki-laki, dan anak-anak Gaza kini menghabiskan waktunya di 21 lokasi penampungan darurat yang dibangun UNRWA.

Sedikitnya 10.800 orang menghuni 16 sekolah milik UNRWA di Gaza City dan sekitar tujuh ribu orang lainnya berada di lima penampungan UNRWA di sebelah utara Gaza.

UNRWA memperkirakan jumlah pengungsi bakal bertambah menyusul peringatan yang dikeluarkan militer Israel (Israel Defense Force/IDF) agar semua warga sipil di wilayah utara Gaza City meninggalkan rumah-rumah mereka.

Dengan kondisi tersebut, warga Gaza terpaksa mengandalkan makanan, minuman, dan obat-obatan yang disediakan UNRWA. Lembaga tersebut juga melaporkan, fasilitas kesehatan publik di Gaza City dalam kondisi kolaps.

Fungsi sejumlah pusat kesehatan di wilayah Gaza City dan perbatasan mengalami gangguan akibat meningkatnya serangan Israel. “Dalam sehari terakhir, terdapat 13 kasus penyakit virus meningitis di tiga penampungan di wilayah utara Gaza,” kata Turner.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza Ashraf al-Qidra menyatakan, sejak militer Israel membombardir Jalur Gaza Selasa (8/7), sudah 209 warga Gaza tewas dan 1.380 orang lainnya luka-luka. Pada Rabu (16/7) malam, serangan roket Israel menghantam sejumlah rumah tokoh senior Hamas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement