Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

BKSAP: Penembakan Warga Palestina Itu Terencana

Rabu 16 Mei 2018 07:56 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Andi Nur Aminah

Anggota komisi VII, Rofi Munawar.

Anggota komisi VII, Rofi Munawar.

Foto: dpr
Ironisnya ini terjadi bersamaan dengan prosesi pembukaan kedubes AS di Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi Munawar mengecam keras tindakan Israel yang telah membunuh lebih dari 55 warga Palestina di perbatasan Israel. Ironisnya ini terjadi bersamaan dengan prosesi pembukaan kedubes AS di Yerusalem.

"Israel menembaki warga palestina dengan brutal dan membabibuta ke segala arah. Bukti bahwa negara tersebut telah sengaja melakukan tindakan 'genosida' dan pembunuhan terencana," ujar Rofi Munawar dalam keterangannya, Selasa (15/5).

Menurut Rofi, AS harus bertanggung jawab atas seluruh peristiwa ini. Karena diam di tengah hilangnya puluhan nyawa warga palestina menuntut tanah mereka dikembalikan. Dan menurutnya, AS telah berkontribusi dalam sejarah paling kelam proses perdamaian di Timur Tengah.

Dalam peristiwa Senin (14/5), dikutip dari The Guardian setidaknya 55 warga Palestina telah tewas dan 2.400 lainnya terluka oleh pasukan Israel pada hari paling mematikan sejak perang Gaza 2014. "Warga Palestina telah melakukan protes selama hampir enam minggu sebagai bagian dari protes 'hari nakba', tetapi peristiwa kemarin jumlah korban jiwa melonjak tajam bertepatan dengan hari ketika AS membuka kedutaannya di Yerusalem. Sungguh sangat tragis dan ironis. PBB tidak bisa hanya berdiam diri dan harus segera bertindak," papar Rofi.

Anggota DPR asal Jawa Timur ini menjelaskan bahwa mayoritas dari mereka yang tewas adalah demonstran tidak bersenjata. Bahkan otoritas Palestina menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan pembunuhan.

"Pemerintah Indonesia harus menyampaikan protes atas peristiwa tersebut dan mengambil peran aktif dalam mendorong tindakan tegas terhadap Israel yang telah melakukan pembantaian secara sistematis dan massif," tegasnya.

Pada Senin (14/5), lebih dari 1.200 warga palestina ditembak dan terluka selama protes hari Senin. Menurut kementerian kesehatan Palestina, korban diantaranya enam anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kematian termuda tampaknya adalah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun bernama Ezzaldeen al-sammak.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA