Selasa 04 Jan 2011 09:12 WIB

Gereja Ortodoks Rusia Diserang, Kremlin Curigai Separatis Chechnya

Rep: Agung Sasongko/canoe.ca/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW--Sebuah geraja ortodoks di Ordzhonikidze, Ingushestia, Kauskaus Utara, Rusia diserang dengan sebuah granat oleh kelompok tak dikenal, akhir pekan lalu. Serangan itu mengakibatkan gereja hancur namun tak ada korban jiwa yang jatuh. Demikian laporan kantor berita, Interfax.

Meski tidak terdapat korban jiwa, pemerintah Rusia mengaku kecolongan dengan serangan tersebut.  "Sebuah granat  dilemparkan pada sebuah gereja. Ledakan itu mengenai atap gereja,"kata seorang sumber polisi RIA seperti dikutip canoe.ca. Senin (3/1). Serangan itu tercatat pukul 21.30 malam waktu setempat.

Sebagai informasi, kota yang diserang oleh kelompok tak dikenal itu merupakan kawasan dengan tindak kekerasan tertinggi di Rusia. Kremlin selama satu dekade mengalami kesulitan dalam mengatasi keamanan di wilayah itu . Kremlin menduga serangan tersebut ada hubungannya dengan kelompok separatis Chenhnya yang selama ini gagal disingkirkan.

Serangan ini bukanlah kali pertama yang terjadi di kawasan itu. Sebelumnya, perusakan terhadap gereja-gereja kecil milik komunitas Kristen sering terjadi di Utara Kauskasus. Secara terpisah, Senin lalu, kantor berita Interfax juga melaporkan terjadinya serangan bersenjata yang menewaskan Magomedsaid Temeyev, seorang praktisi pengobatan tradisional di wilayah Kaukasus Utara, Dagestan.

Ketegangan di kawasan itu sempat mereda setelah Kremlin mengirimkan pasukan. Tapi itu tidak bertahan lama. Masalah kesenjangan ekonomi di antara warga Rusia keturunan Slavia dan Non Slavia merupakan sebab musabab utama.

Sejarah mencatat tindak kekerasan terjadi ketika pemerintahan Soviet kala itu banyak melakukan kebijakan yang tidak adil terhadap warga Rusia non Slavia. Hingga kini, masalah yang diwariskan Uni Soviet ini tak juga tertangani Kremlin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement