Selasa 12 May 2015 06:45 WIB

Keragaman Budaya di Kota Gurun Australia, Alice Springs

Red:
abc news
Foto: abc news
abc news

Kota Alice Springs yang terletak di Australia bagian tengah, baru-baru ini, merayakan festival 'Big Day Out in Harmony' untuk menunjukkan keragaman budaya di antara populasi mereka. Wajah Alice Springs, kini  dinilai lebih multikultural dibanding beberapa dekade silam.

Beberapa tahun belakangan, kota gurun ini mengalami perkembangan dramatis atas datangnya warga baru yang berasal dari Afrika, India, dan Filipina. Satu dari lima orang di Alice Springs dilahirkan di luar negeri, jumlah yang sama dengan populasi warga Aborijin di kota ini.

"Anda bisa melihat kota anda, anda bisa melihat keragaman budaya yang kaya yang kami punyai di sini," kata Presiden Komunitas India di Alice Springs, John Paul Sirus, tentang acara multikultural tahunan ini.

Alin Bastin, 10 tahun, menghipnotis penonton dengan tarian klasik India. (ABC Local: Emma Sleath)

Alin Bastin, 10 tahun, menghipnotis penonton dengan tarian klasik India. (ABC Local: Emma Sleath)

Anggota komunitas Kerala menampilkan tarian tradisional dan moderen asal India di hadapan penonton festival budaya 'Big Day Out in Harmony'.

"Kami sebenarnya bisa menikmati dan berbaur dengan yang lain, kami bisa memahami satu sama lain dengan cara yang lebih baik, ini menunjukkan bahwa kamu bisa hidup dengan damai di kota ini," tutur John Paul.

Ia telah tinggal di Alice Springs selama 4 tahun terakhir dan mengatakan, anggota komunitas India kini berjumlah sekitar 3000 orang.

Tapi ia mengutarakan, warga India yang ingin pindah ke Alice Springs seringkali diperingatkan soal tingkat kriminalitas yang tinggi.

"Kami memberi tahu mereka, 'apapun yang anda dengar dari luar itu adalah cerita yang berbeda, kami tinggal di sini, dan ini adalah kota yang baik'," ujarnya.

Rupangi Panchal menggambar tato hena di festival 'Big Day Out in Harmony' di Alice Springs. (ABC Local: Emma Sleath)

Rupangi Panchal menggambar tato hena di festival 'Big Day Out in Harmony' di Alice Springs. (ABC Local: Emma Sleath)

"Ketika saya datang ke Alice Springs tahun 1989, mungkin hanya ada 5 orang yang berasal dari Afrika. Kini, kemungkinan ada 700 orang...kota ini banyak berubah," kemuka Marguerite Baptiste-Rooke, koordinator Pusat Layanan Multikultural Australia Tengah.

Foto tentara Fiji.

Foto tentara Fiji. "Sangat baik bagi kami untuk berkumpul bersama-sama dan berbagi budaya serta tari tradisional kami," ujar Lafitaga Sa'ange. (ABC Local: Emma Sleath)

Marguerite mengatakan, gelombang imigran terbaru datang untuk mencari kerja dan menetap.

"Ada banyak peluang bagi mereka untuk dipekerjakan di sini ketimbang di kota besar lainnya. Dan banyak orang dari India, dari Afrika dan dari negara lain juga, mereka berinvestasi di real estate artinya mereka ingin tinggal, ini pertanda yang baik," jelasnya.

Ia menambahkan, "Punya budaya yang campur-campur itu bagus, membuat kota ini lebih berwarna dan lebih bersemangat...ketimbang pergi ke luar negeri, anda bisa melihatnya di sini."

Anggota Kelompok Multikultural Bulilit menampilkan tari tradisional dari Filipina. (ABC Local: Emma Sleath)

Anggota Kelompok Multikultural Bulilit menampilkan tari tradisional dari Filipina. (ABC Local: Emma Sleath)

Hiwot (Mimi) Humphris membuat kopi di acara 'Big Day Out in Harmony', ritual rumah tangga rutin bagi keluarga Ethiopia. (ABC Local: Emma Sleath)

Hiwot (Mimi) Humphris membuat kopi di acara 'Big Day Out in Harmony', ritual rumah tangga rutin bagi keluarga Ethiopia. (ABC Local: Emma Sleath)

Lafitaga Sa'ange (tengah) mewakili Asosiasi Warga Fiji di Alice Springs. (ABC Local: Emma Sleath)

Lafitaga Sa'ange (tengah) mewakili Asosiasi Warga Fiji di Alice Springs. (ABC Local: Emma Sleath)

Pemain perkusi, King Marong, dari Gambia, Afrika Barat. (ABC Local: Emma Sleath)

Pemain perkusi, King Marong, dari Gambia, Afrika Barat. (ABC Local: Emma Sleath)

Penonton menikmati alunan musik King Marong. (ABC Local: Emma Sleath)

Penonton menikmati alunan musik King Marong. (ABC Local: Emma Sleath)

Jenny McFarland memimpin kelompok tari lokal, Jamila Bellydancers. (ABC Local: Emma Sleath)

Jenny McFarland memimpin kelompok tari lokal, Jamila Bellydancers. (ABC Local: Emma Sleath)

Penari muda bergaya Bollywood, bagian dari komunitas Kerala di Alice Springs. (ABC Local: Emma Sleath)

Penari muda bergaya Bollywood, bagian dari komunitas Kerala di Alice Springs. (ABC Local: Emma Sleath)

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement