Jumat 26 Apr 2019 22:17 WIB

Banjir dan Longsor di Afrika Selatan Renggut Nyawa 70 Warga

Hujan deras melanda Afrika Selatan beberapa pekan terakhir.

(ilustrasi) peta Afrika Selatan
Foto: tangkapan layar google map
(ilustrasi) peta Afrika Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, DURBAN -- Lebih 70 orang meninggal di Afrika Selatan setelah hujan deras di sepanjang pesisir bagian timur negara itu.

Sebagian besar korban meninggal tercatat di Provinsi KwaZulu-Natal, setelah hujan deras menimbulkan banjir dan tanah longsor. Di provinsi itu hujan deras terjadi tiap tahun tapi jarang merenggut korban jiwa dalam kurun waktu yang singkat.

Baca Juga

Beberapa kawasan yang paling parah dilanda banjir ialah permukiman ilegal di KwaZulu-Natal, tempat orang-orang tinggal di rumah-rumah petak yang didirikan tanpa fondasi dan sistem saluran yang layak.

Sebanyak 67 orang meninggal di KwaZulu-Natal, dan enam lagi di Provinsi Eastern Cape, yang bertetangga dengan Provinsi KwaZulu-Natal. 

"Saya tak ingat itu dalam sejarah," kata Lennox Mabase, juru bicara Departemen Urusan Kooperasi KwaZulu-Natal.

Seorang wartawan Reuters melihat para penolong datang mengumpulkan jasad seorang wanita yang digali dari lumpur oleh warga setempat.

Wanita itu sedang dalam perjalanan untuk bekerja kendati puteri dan cucunya sudah mengingatkan agar tetap tinggal di rumah ketika ia dan dua anak-anak disapu oleh air banjir, kata saudara wanita itu kepada Reuters.

Sementara anak-anak itu diselamatkan, para penolong tak menemukan ibunya. "Sudah jelas dia meninggal," kata saudara perempuan itu.

Warga masyarakat teringat kembali pada Rabu bagaimana air banjir dan tanah longsor menghantam rumah-rumah, banyak orang di dalamnya, dan menghancurkan jalan-jalan dan prasarana lain.

 

  

 

 

sumber : Reuters/Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement