Jumat 02 Nov 2018 17:58 WIB

Sumber: Ada Jejak Biologis Jasad Khashoggi di Kebun Konsulat

Jaksa Turki menyebut Khashoggi dicekik dan dimutilasi di Konsulat Saudi.

Rep: Yeyen Rostiyani/Marniati/ Red: Teguh Firmansyah
Jamal Khashoggi
Foto: Metafora Production via AP
Jamal Khashoggi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Otoritasi Turki hingga kini belum berhasil menemukan di mana jasad jurnalis Saudi yang dibunuh, Jamal Khashoggi. Upaya Turki meminta keterangan dari pihak Saudi ihwal keberadaan jasad tersebut belum berhasil. Pasalnya otoritas Saudi mengaku juga tak tahu di mana jasad Khashoggi.

Sumber pejabat Turki mengatakan ke Washington Post, otoritas Saudi sepertinya lebih tertarik untuk menemukan bukti-bukti apa yang dimiliki pihak Turki yang bisa menjerat para pelaku. Turki ragu bahwa Saudi benar-benar tulus bekerja sama. 

Sumber juga mengatakan bukti-bukti biologi yang ditemukan di kebun Konsulat Saudi mendukung teori bahwa tubuh Khashoggi dibuang di tempat ia dibunuh dan dimutilasi. Sebelumnya dikatakan bahwa tubuh Khashoggi dibuang oleh sang pelaku persekongkolan setelah dibungkus dengan karpet.
 
"Tubuh Khashoggi tidak perlu dikuburkan," ujar sang sumber. Washington Post menyebutkan, para penyelidik Turki kini mencoba membuktikan teori bahwa tubuh Khashoggi dilarutkan dalam cairan asam.

Sementara Kepala Kejaksaan Istanbul Irfan Fidan menyatakan pada Rabu (31/10) bahwa wartawan Jamal Khashoggi dinyatakan langsung dicekik saat memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Ini pernyataan paling gamblang dari pihak berwenang Turki mengenai pembunuhan sang wartawan yang juga kolumnis Washington Post itu.

Baca juga, Sumber: Butuh Tujuh Menit untuk Bunuh Khashoggi.

"Sesuai dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya, sang korban, Jamal Khashoggi, dicekik hingga tewas begitu ia memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, untuk mengurus soal pernikahannya," demikian isi pernyataan tersebut, yang dikutip Aljazirah
 
"Tubuh korban kemudian dimutilasi dan dihancurkan setelah ia menemui ajalnya akibat kehabisan udara --lagi-lagi, ini sesuai dengan rencana sebelumnya," katanya menambahkan. 
 
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Jaksa Agung Saudi, Saud al-Mojeb, meninggalkan Istanbul dan terbang pulang ke Saudi. Al-Mojeb berkunjung ke Istanbul untuk bertemu Fidan, memeriksa Konsulat Saudi, dan sempat berkunjung ke lembaga intelijen Turki, National Intelligence Agency (MIT).
 
"Meski ada upaya niat baik kami untuk mengungkap kebenaran, tidak hasil konkret yang diperoleh dari pertemuan-pertemuan tersebut," papar kantor Kejaksaan Istanbul.

 

sumber : Reuters/AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement