Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Pemerintah Australia Berang Terhadap Partai One Nation Terkait UU Senjata

Selasa 26 Mar 2019 13:45 WIB

Red:

abc news

abc news

Foto: abc news

Tindakan partai sayap kanan Australia, One Nation, berusaha mencari donasi politik dari lobi senjata di AS, NRA, membuat pemerintah negara itu berang.

Melalui rekaman rahasia yang ditayangkan Al Jazeera, terungkap bagaimana petinggi One Nation melobi NRA dan donatur konservatif Koch Industries untuk meminta bantuan dana.

Menteri Perdagangan Simon Birmingham mendesak pimpinan One Nation Senator Pauline Hanson menjelaskan tindakan tersebut.

"Pauline Hanson harus bicara depan kamera. Dia harus jelaskan apakah benar dia minta donasi $ 20 juta untuk One Nation atau tidak," katanya.

PM Scott Morrison juga mengecam upaya One Nation menjual UU Senjata Australia kepada pihak asing.

"Saya menilai hal itu menjijikkan," ucapnya.

Wakil pemimpin Partai Nasional yang juga koalisi pemerintah, Bridget McKenzie, meminta Senator Hanson mengungkapkan apakah dia mengetahui tindakan yang dilakukan pengurus partainya itu.

"Apakah mereka menjalankan instruksi dari dia? Apakah dia tahu keberadaan mereka di sana (AS)?" ujar Senator McKenzie.

"Setelah kekejaman yang kita saksikan di Christchurch, bagaimana dia jelaskan rencananya mempermudah aturan senjata di Australia?" tambahnya.

Laporan Al Jazeera yang ditayangkan ulang ABC ini tidak menunjukkan bukti apakah One Nation berhasil mendapatkan donasi yang mereka minta.

"Inilah alasan mengapa pemerintah mengajukan UU Donasi Asing, demi membatasi pengaruh asing dalam sistem politik kita," ujar Senator McKenzie kepada ABC.

Pemimpin Oposisi Bill Shorten secara terpisah menyatakan akan mengajukan mosi kecaman terhadap One Nation saat Parlemen kembali dari reses.

"One Nation merupakan sirkus berbahaya. Mereka ini ekstremis. Mereka tertangkap basah sebagai kaum ekstremis," katanya.

"Saya pikir ini bentuk pengkhianatan terhadap sistem politik Australia. Apa sih yang dipikirkan para ekstremis sayap kanan ini?" ujar Bill Shorten lagi.

Dalam pernyataannya, One Nation menuduh Al Jazeera turut campur dalam Pemilu Australia yang bakal digelar dalam waktu dekat. Mereka melaporkan media ini ke badan intelijen ASIO.

Sementara itu politisi Partai Hijau Senator Sarah Hanson-Young menuduh One Nation sebagai partai yang sangat munafik.

"Betapa munafiknya One Nation dan Pauline Hanson. Hal ini menunjukkan betapa palsunya kebijakan mereka," kata Senator Sarah Hanson-Young.

Dia mendesak PM Morrison agar partai Liberal yang dipimpinnya menempatkan One Nation sebagai pilihan terakhir dalam sistem preferensi untuk pemilu mendatang.

Menteri Pertanian David Littleproud, yang berasal dari Queensland yang merupakan basis One Nation, ikut mengecam partai itu sebagai munafik.

Dia merujuk kebijakan One Nation yang disampaikan pada 20 Desember 2017 yang menentang donasi asing untuk parpol di Australia.

Namun dalam kenyataannya, berusaha mencari donasi politik ke berbagai pihak di AS dengan imbalan janji memperlunak UU Senjata di Australia.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA