Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Dahulu Dunia Islam Jadi Surga Bagi Hewan

Jumat 17 Mei 2019 18:18 WIB

Red: Agung Sasongko

Kucing

Kucing

Foto: Antara
Di Jazirah Arab, seluruh jenih hewan dirawat dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam hal mengasihi hewan, banyak kisah menyentuh yang terjadi pada abad pertengahan ketika peradaban Islam mencapai puncak kejayaan. Salah satu kisah itu diceritakan oleh pengamat Barat, Le Bon. Pada abad pertengahan, dia meli hat, negara-negara Islam di Jazirah Arab menjadi surga bagi hewan.

Seluruh jenis hewan dirawat dengan baik di sini. Burung-burung dibiar kan terbang bebas di dalam masjid, bahkan membangun sarang mereka di sekitar masjid. Burung liar melintasi ladang tan pa pernah terganggu dan tidak akan pernah seorang anak mengganggu sarang burung. Di Kairo, Le Bon juga mengamati banyak kucing berkeliaran di sekitar masjid. Pada jam tertentu, setiap harinya, mereka datang untuk mengambil jatah makanan.

Makanan ini disediakan para jamaah masjid sebagai amal bagi hewan-hewan ini. Le Bon menyatakan, hal-hal itu menggambarkan moralitas suatu bangsa dan rakyatnya, terutama umat Islam. Hal itu menunjukkan kebaikan dan kesantunan yang harus dipelajari bangsa Barat dari bangsa Timur, ujarnya.

Salah satu kisah menyentuh pernah terjadi dalam kehidupan pakar tata bahasa, Abu’l Hasan Tahir Ahmad BB Babashadh. Ibnu Khalikan yang mencatat kisah itu menyatakan, hewan juga memiliki kemampuan untuk memberikan contoh moral bagi seorang Muslim. Suatu hari, di atap sebuah masjid tua di Kairo, datanglah seekor kucing menghampiri para jamaah yang sedang menikmati hidangan.

Mereka memberi kucing jalanan itu sekerat daging. Setelah itu, kucing berlalu ke sebuah tempat. Yang mengherankan, beberapa saat kemudian, kucing itu datang kembali. Kembali jamaah memberi makanan.

Para jamaah merasa heran atas kedatangan kucing berkali-kali un tuk meminta makanan. Mereka pun mengikuti arah kucing itu berjalan. Mereka pun mendapati seekor kucing lainnya sedang menikmati makanan yang dibawa kucing tadi.

Ternyata kucing itu membawakan makanan bagi temannya yang buta. Para jamaah yang melihat kondisi ini sangat terharu. Babashadh lalu berkata, Allah telah membuat hewan ini melayani dan memberi makan pada kucing lain. Bagaimana mungkin Dia membiarkan manusia seperti aku binasa kelaparan? Seketika itu juga, dia memutuskan untuk berserah diri pada Allah dengan melepaskan semua keduniawiannya.

Teman-temannya kemudian merawat dan mendukung kegiatannya sampai dia meninggal. Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai penyayang binatang. Suatu kali, ketika hendak mengambil jubah nya, beliau mendapati seekor kucing sedang tidur di atas lengan jubah tersebut. Rasulullah pun segera memotong lengan jubah yang digunakan tidur oleh sang kucing dengan tujuan agar tidak membangunkan tidur si kucing.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA