Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Ini Daftar Negara yang Terima dan Tolak Pengungsi Suriah

Kamis 10 Sep 2015 19:01 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Bilal Ramadhan

Pengungsi Suriah di Pulau Lesbos, Yunani.

Pengungsi Suriah di Pulau Lesbos, Yunani.

Foto: bbc

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Krisis migran sedang menjadi perbincangan panas dalam beberapa waktu terakhir. Ribuan migran berjuang menantang bahaya demi mendapat kehidupan yang lebih baik, lebih aman, di banding negara mereka yang terus dilanda peperangan.

Sejumlah negara menyambut terbuka kedatangan mereka. Tapi tak sedikit pula yang membatasi bahkan tak menerima sama sekali para pengungsi masuk ke negaranya. Seperti dilansir CNN News, berikut daftar negara yang menerima dan menolak pengungsi.

Negara yang menerima pengungsi saat ini:

1. Turki

Turki menerima 1,9 juta pengungsi. Menjadikannya negara paling banyak menerima dan kedatangan pengungsi. Turki juga menjadi destinasi nomor satu bagi para pengungsi. 

2. Lebanon

Lebanon menerima 1,1 juta pengungsi Suriah. Ini menandai peningkatan 25 persen terhadap 4,4 juta penduduk negara tersebut. Menjadikan Lebanon negara dengan konsentrasi tertinggi pengungsi per kapita.

3. Yordania

Yordani menyediakan tempat tinggal 629 ribu pengungsi. Negara tersebut memiliki sejarah dalam hal menerima pengungsi. Hampir setengah dari tujuh juta populasi Yordania berasal dari Palestina.

4. Irak

Seperti Suriah, Irak juga terkena dampak serangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tak mengherankan sebagian besar pengungsi Suriah menetap di negara ini seperi Irbil, Duhuk, dan Niniwe. Ada 249 ribu pengungi di Irak.

5. Mesir

Mesir menampung 132 ribu migran sebagian besar pengungsi Suriah. Namun tak ada pengungsi yang tinggal di kamp-kamp di sana. Bahkan miliader Mesir Naguib Sawiris menawarkan membeli sebuah pulau untuk pengungsi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA