Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Yordania Tolak Dibukanya Bandara Baru Israel

Selasa 22 Jan 2019 09:51 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Esthi Maharani

Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel.

Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel.

Foto: Al-Markaz Al-Filistini Lil I'lam
Keberadaan bandara tersebut dikhawatirkan akan mengancam wilayah udara Yordania.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Yordania menolak langkah Israel untuk membuka bandara Internasional baru di sepanjang kawasan laut merah yang merupakan wilayah perbatasan bersama. Keberadaan bandara tersebut dikhawatirkan akan mengancam wilayah udara Yordania.

“Yordan menolak pendirian bandara Israel di lokasi saat ini,” tutur Kepala Komisi Regulasi Penerbangan Sipil Yordania, Haitham Misto seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (22/1).

Misto mengatakan keberadaan bandara tersebut telah melanggar standar internasional terkait penghormatan terhadap kedaulatan wilayah udara dan wilayah negara lain.

(Baca: Israel Resmikan Bandara Internasional Baru Dekat Yordania)

Diketahui pada Senin (21/1), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuka Bandara Ramon. Bandara ini terletak tepat di perbatasan antara Bandara Internasional King Hussein Yordan di kota Laut Merah Aqaba.

Keberadaan Bandara Ramon dimaksudkan untuk meningkatkan sektor pariwisata Israel dan sebagai alternatif dalam keadaan darurat selain Bandara Ben-Gurion di Tel Aviv.  Rencananya bandara itu hanya akan menangani penerbangan domestik dari maskapai Israel.

Yordania menjadi negara yang pertama kali menolak sejak pembangunan bandara itu pada 2013. Misto mengatakan Pemerintah Yordania telah memberitahu organisasi penerbangan sipil internasional (ICAO) terkait keberatan atas bandara baru Israel. Yordania pun meminta ICAO untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan Israel memenuhi standar Internasional.

Bahkan, Misto mengatakan pihaknya telah menghubungi otoritas penerbangan sipil Israel dan memberi tahu bahwa keputusan mengoperasikan bandara tak boleh diambil secara sepihak hingga masalah terselesaikan. Di sisi lain, Misto menegaskan Yordania memiliki opsi lainnya untuk memastikan wilayah udara mereka tetap aman.

“Yordan mempunyai semua opsi untuk memastikan pertahanan dan perlindungan kerajaan,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA